TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Publik Kota Tasikmalaya dibuat gaduh bahkan sebagian resah dengan munculnya konten pacar bayaran yang dibuat oleh konten kreator lokal.
Konten tersebut dinilai tidak mendidik dan berdampak negatif, bahkan bisa berimplikasi pada hukum.
Salah seorang konten kreator di Kota Tasikmalaya baru-baru ini jadi sorotan publik.
Baca Juga:Dari Karcis hingga Digitalisasi, Penataan Parkir di Kota Tasikmalaya Terus DikajiParkir Berkarcis di Kota Tasikmalaya Masih Setengah Hati, Kata Praktisi Hukum: Dishub Banyak Retorika
Hal ini karena dia membuat konten yang menjadikan pelajar sebagai pacar bayaran untuk 1 jam.
Meskipun konten-konten video pacar bayaran tersebut sudah dihapus di akun konten kreator tersebut, namun videonya sudah diunggah ulang oleh pengguna media sosial X yang (sebelumnya twitter) yang mengunggah ulang konten beberapa video tiktok.
Seperti yang diunggah ulang oleh akun @dyanasthasia dia mencantumkan keterangan yang mengungkapkan bahwa konten tersebut menakutkan dan mendorong polisi untuk bertindak.
Videonya menampilkan konten kreator Tasik itu mengajak seorang siswi untuk berpacaran selama 1 jam dengan bayaran Rp 100.000 yang hitungannya 10 kali lipat dari uang jajannya.
Setelah bersepakat, mereka pun melakukan aktivitas jalan-jalan dan jajan layaknya pasangan kekasih.
Konten tersebut mendapat kecaman dari banyak warganet, seperti halnya @Aldy Suhanda yang menyebutkan bahwa perilaku dalam video tersebut bukanlah hal wajar.
”Ini mah pedofil mode ngonten, bukan content creator lagi,” tulisnya.
Baca Juga:Bawa Misi Budaya ke Thailand, Sanggar Dewa Motekar Wakili Kota Tasikmalaya di Festival InternasionalTransaksi Pakai Medsos dan COD, 5 Kasus Narkoba di Kota Tasikmalaya Dibongkar Polisi
Sejurus dengan itu akun @beautiaf mengungkapkan rasa menjijikan atas aktivitas di konten pacar bayaran itu.
“IH ANJRIT TAKUT, SATU SEDOTAN SAMA STRANGER, DIPEGANG-PEGANG,” tulisnya dengan emot muntah.
Akun @snowputr juga mengungkapkan kekhawatirannya atas konten tersebut, apalagi targetnya pelajar.
“Sereeem banget aku liat kontennya targetnya targetnya pada anak-anak sekolahan, report ajak gak siiii?,” katanya.
Ada juga akun @erencookkiexyz yang juga menilai konten tersebut tidak bisa dibilang wajar karena tidak edukatif.
“Woy ini parah banget. Pedo banget. Ngajarin anak-anak pacaran aja udah gak bener. Diajak jalan pulaaakkk,” tuturnya.
Belum ada kepastian apakah konten tersebut hanya settingan atau betul-betul eksperimen sosial.
Namun banyak warganet sepakat bahwa konten tersebut tidak bisa dinormalisasi.
Melalui media sosial X,
