“Penampilan luar biasa, nyaris layak menjadi pemain terbaik di lapangan,” tulis Sabatini tentang gelandang Italia tersebut.
Thuram juga mendapat catatan positif. Meski belum berada di puncak performanya, ia tetap dinilai krusial berkat gol pembuka yang memecah kebuntuan.
Sementara McKennie kembali menunjukkan fleksibilitas dan instingnya masuk ke kotak penalti, menjadi senjata penting Juventus dalam memecah pertahanan lawan.
Baca Juga:Sandro Sabatini: Sihir Spalletti Buat Juventus Tampil Lebih Dibandingkan Napolinya ConteJuventus Tumbangkan Benfica Asuhan Mourinho, Thuram dan McKennie Dipuji Media Italia
Namun, Sabatini juga tidak menutup mata terhadap sisi gelap penampilan Juventus, terutama terkait performa Jonathan David.
Penyerang asal Kanada itu kembali menjadi sasaran kritik keras karena kontribusinya yang minim.
“Kini hampir tak ada lagi kata untuk menggambarkan kemunduran Jonathan David, termasuk dari sisi psikologis,” tulis Sabatini, merujuk pada siulan keras publik stadion terhadap sang pemain.
Momen emosional Luciano Spalletti di pinggir lapangan turut disinggung.
Pelatih Juventus itu sempat beradu argumen dengan seorang fans di tribun, sebuah situasi yang semula tampak sebagai tanda kegelisahan.
Namun justru setelah momen itu, Juventus mencetak gol pembuka melalui Thuram, yang disebut Sabatini sebagai gol “pengusir kecemasan”.
Setelah unggul dua gol, Juventus dinilai mampu mengelola pertandingan dengan lebih dewasa, meski sempat dihadapkan pada beberapa momen berbahaya dari Benfica.
Pergantian pemain yang dilakukan Spalletti juga dianggap tepat, menjaga intensitas sekaligus mulai mengalihkan fokus ke laga Serie A melawan Napoli asuhan Antonio Conte.
Menjelang duel penting tersebut, Sabatini memberikan catatan penutup yang tegas.
Baca Juga:Media Italia: Titisan Vlahovic Ngotot Gabung ke AC MilanMateta Terima Pinangan Juventus, Bos Crystal Palace Ejek Tawaran Nyonya Tua
Juventus tak boleh kembali ke kebiasaan lama yang terlalu bergantung pada satu pemain muda seperti Yildiz.
Namun babak kedua melawan Benfica dianggap sebagai sinyal positif.
Juventus versi Spalletti dinilai mulai menemukan keseimbangan—dan yang terpenting, tak lagi sekadar memberikan bola ke Yildiz dan berharap keajaiban, melainkan membangun kemenangan sebagai sebuah tim.
