RADARTASIK.ID – Performa Juventus di Liga Champions usai menundukkan Benfica asuhan Jose Mourinho menuai pujian dari media Italia.
Kali ini, sanjungan datang langsung dari jurnalis senior Sandro Sabatini, yang menilai Bianconeri mulai menunjukkan identitas permainan yang lebih matang dan kolektif di bawah arahan Luciano Spalletti.
Juventus dinilai tidak lagi sekadar mengandalkan satu pemain dan berharap keajaiban, tetapi tampil sebagai tim yang utuh, kuat secara mental, dan semakin efektif di level Eropa.
Baca Juga:Sandro Sabatini: Sihir Spalletti Buat Juventus Tampil Lebih Dibandingkan Napolinya ConteJuventus Tumbangkan Benfica Asuhan Mourinho, Thuram dan McKennie Dipuji Media Italia
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menyoroti kemenangan Juventus atas Benfica sebagai bukti perubahan signifikan.
Ia menyebut ada fase dalam pertandingan di mana Juventus kembali memperlihatkan wajah klasiknya yang dominan.
“Sekitar lima belas menit muncul permainan khas Juventus dalam versi paling cemerlang sebagai tim yang enak ditonton sekaligus kejam,” tulis Sabatini.
Menurutnya, dua gol yang dicetak Juventus memiliki makna besar, bukan hanya untuk hasil pertandingan, tetapi juga untuk posisi mereka di kompetisi.
“Dua gol yang sangat menentukan dampaknya: Bianconeri kini siap melangkah ke babak play-off sebagai unggulan,” lanjutnya.
Pujian khusus diberikan kepada para pencetak gol, Khephren Thuram dan Weston McKennie.
Sabatini menilai keduanya merepresentasikan kekuatan baru Juventus yang lebih mengandalkan energi, determinasi, dan karakter.
Baca Juga:Media Italia: Titisan Vlahovic Ngotot Gabung ke AC MilanMateta Terima Pinangan Juventus, Bos Crystal Palace Ejek Tawaran Nyonya Tua
“Dua gol yang lahir dari para pelakunya: Thuram dan McKennie, otot dari sebuah tim yang kali ini tampil dengan lebih banyak jiwa dan hati ketimbang sekadar taktik dan skema,” tulisnya.
Salah satu poin penting dalam analisis Sabatini adalah perubahan cara Juventus membangun serangan.
Ia menyoroti kebiasaan lama Bianconeri yang terlalu bergantung pada Kenan Yildiz.
“Bola diberikan ke Yildiz, lalu kita lihat apa yang terjadi,” tulis Sabatini, menggambarkan pola permainan yang kerap membuat Juventus mudah ditebak.
Namun dalam laga terakhir, terutama di babak kedua, Juventus dinilai mulai keluar dari pola tersebut.
Spalletti berhasil mendorong kontribusi lebih merata dari lini tengah dan sayap dimana Manuel Locatelli menjadi salah satu pemain yang paling disorot.
