RADARTASIK.ID – Petualangan Tommaso Baldanzi bersama AS Roma resmi berakhir.
Gelandang serang muda Italia itu dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Genoa dari AS Roma, dengan proses transfer yang kini memasuki tahap akhir.
Kepindahan ini tidak lepas dari peran penting Daniele De Rossi, sosok yang pernah menjadi pelatihnya saat Baldanzi pertama kali mendarat di ibu kota Italia.
Baca Juga:Media Italia: Petinggi Juventus Terbang ke Istanbul untuk Boyong Youssef En-NesyriSyarat Inter dan Juventus Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions
Baldanzi, yang didatangkan Roma dengan ekspektasi besar, akhirnya memilih melanjutkan kariernya di Stadion Luigi Ferraris, Marassi.
Mantan pemain Empoli itu sebelumnya sempat dikaitkan kuat dengan Fiorentina dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, rencana tersebut tak pernah benar-benar berkembang, terutama setelah negosiasi kepindahan Giacomo Raspadori ke Giallorossi gagal terwujud.
Situasi inilah yang dimanfaatkan De Rossi.
Sang pelatih secara langsung membujuk Baldanzi untuk mengikuti langkahnya ke Genoa, dengan janji peran yang lebih sentral dan kesempatan meningkatkan kontribusi gol.
Hingga sejauh ini, pemain kelahiran 2003 tersebut baru mencatatkan satu gol dari sepuluh penampilan musim ini, catatan yang jelas belum mencerminkan potensinya.
Baldanzi akan bergabung dengan Il Grifone dengan status pinjaman, disertai opsi pembelian permanen di akhir musim senilai sekitar €10 juta atau setara Rp170 miliar (kurs €1 = Rp17.000).
Skema ini dinilai menguntungkan semua pihak. Roma tidak benar-benar kehilangan kendali atas aset mudanya, sementara Genoa mendapatkan pemain kreatif yang siap pakai tanpa beban biaya langsung yang terlalu besar.
Baca Juga:Disebut Penyihir Juventus oleh Del Piero, Ini Jawaban SpallettiDel Piero: Spalletti Penyihir Taktik Juventus yang Tak Bisa Menikmati Kemenangan
Kesepakatan ini sejatinya tidak pernah menjadi persoalan rumit. Yang menjadi pertimbangan utama Roma adalah menjaga keseimbangan lini serang mereka.
Setelah kedatangan Malen dan Robinio Vaz, ruang bagi Baldanzi semakin sempit.
Proses negosiasi pun dipercepat, terlebih setelah kesepakatan Lorenzo Venturino memberi dorongan tambahan bagi klub untuk merampungkan restrukturisasi skuad.
Dari sisi taktik, Baldanzi diperkirakan akan lebih cocok dengan sistem Genoa di bawah De Rossi.
Dalam formasi 3-5-2 yang kerap digunakan sang pelatih, Baldanzi berpotensi menjadi pesaing utama Vitinha sebagai striker kedua, mendampingi Colombo di lini depan.
Peran ini dinilai lebih natural baginya ketimbang dimainkan sebagai gelandang tengah, posisi alternatif yang sebenarnya bisa ia isi, tetapi bukan pilihan ideal.
