Ia menilai kemenangan itu menempatkan Bianconeri dalam jalur ideal untuk melangkah ke babak play-off sebagai unggulan, sebuah pencapaian yang menunjukkan kematangan baru dalam perjalanan Eropa mereka.
Lebih jauh, Sabatini menyoroti perubahan penting dalam cara Juventus bermain.
Selama beberapa laga sebelumnya, permainan Bianconeri kerap disederhanakan menjadi satu pola: bola ke Kenan Yildiz dan berharap keajaiban.
Namun, dalam laga melawan Benfica—terutama di babak kedua—Juventus mulai melepaskan diri dari ketergantungan tersebut.
Baca Juga:Sandro Sabatini: Sihir Spalletti Buat Juventus Tampil Lebih Dibandingkan Napolinya ConteJuventus Tumbangkan Benfica Asuhan Mourinho, Thuram dan McKennie Dipuji Media Italia
Kontribusi lini tengah menjadi lebih merata, dengan Manuel Locatelli tampil impresif dalam mengatur tempo dan Thuram memberi kekuatan fisik sekaligus ketajaman.
Weston McKennie juga menjadi simbol fleksibilitas Juventus versi Spalletti.
Pemain asal Amerika Serikat itu tidak hanya bekerja keras tanpa bola, tetapi juga muncul di momen krusial dengan gol yang menegaskan perannya sebagai gelandang yang mampu membaca ruang.
Bagi Sabatini, Juventus kali ini menang dengan lebih banyak “jiwa dan hati” ketimbang sekadar skema.
Namun, Sabatini tetap mengingatkan bahwa Juventus belum sempurna.
Ketergantungan pada Yildiz masih terlihat di beberapa fase, dan performa Jonathan David menjadi catatan negatif yang cukup serius.
Tetapi, secara keseluruhan, arah perubahan dinilai jelas dan positif. Juventus kini tampak lebih berani, lebih dewasa, dan lebih siap menghadapi tekanan Eropa.
Apa yang disampaikan Sabatini pada akhirnya memperkuat penilaian Del Piero.
Spalletti digambarkan sebagai pelatih yang tak pernah puas, bahkan setelah kemenangan meyakinkan.
Ia terus mencari detail yang bisa diperbaiki, entah itu soal intensitas, akurasi umpan, atau pengambilan keputusan di ruang sempit.
Baca Juga:Media Italia: Titisan Vlahovic Ngotot Gabung ke AC MilanMateta Terima Pinangan Juventus, Bos Crystal Palace Ejek Tawaran Nyonya Tua
Dengan satu laga tersisa di fase ini dan tiket play-off hampir di tangan, Juventus kini berada di titik penting musim mereka.
Jika mentalitas “tak pernah puas” ala Spalletti terus terjaga dan transformasi permainan berlanjut, Bianconeri berpeluang kembali menjadi kekuatan yang benar-benar disegani di Liga Champions.
