Menurut Asep, penerapan kebijakan juga harus bertahap. Ia menyarankan konsep tes ombak agar setiap kendala bisa teridentifikasi dengan jelas.
“Jangan dijalankan sekaligus skema-skemannya. Satu-satu dulu supaya terukur,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, menyoroti aspek paling dasar yang selama ini luput: SOP juru parkir.
Baca Juga:Parkir Berkarcis di Kota Tasikmalaya Masih Setengah Hati, Kata Praktisi Hukum: Dishub Banyak RetorikaBawa Misi Budaya ke Thailand, Sanggar Dewa Motekar Wakili Kota Tasikmalaya di Festival Internasional
Ia menilai marwah Dishub justru runtuh di lapangan karena lemahnya pengawasan.
“Jukir itu corong pelayanan. Tapi SOP-nya tidak jalan, identitas tidak jelas, pengawasan minim. Pengawas ke mana, Dishub ke mana?” ujarnya lantang.
Kepler juga mendorong transparansi keuangan, bahkan mengusulkan setoran langsung ke bank untuk memangkas birokrasi dan menumbuhkan kepercayaan publik.
“Kalau uang parkir langsung ke bank, trust masyarakat akan naik. Ini soal menjaga marwah Dishub,” katanya.
Berbeda dengan fraksi lain, Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Tasikmalaya, Riko Restu Wijaya menyebut skema parkir yang dirancang Dishub pada prinsipnya sudah berada di jalur yang benar, namun tersandung pada implementasi.
“Kami jujur, sampai hari ini belum optimal. Ini persoalan kesiapan regulasi teknis, pengawasan, dan SDM,” paparnya.
Riko menegaskan, praktik parkir tanpa karcis tapi tetap dipungut biaya adalah sinyal lemahnya sistem dan tidak boleh ditoleransi.
Baca Juga:Transaksi Pakai Medsos dan COD, 5 Kasus Narkoba di Kota Tasikmalaya Dibongkar PolisiRS Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Belum Terkoneksi dengan BPJS, Kadinkes: Sedang Berproses
“Kritik publik harus dijawab dengan kinerja, bukan pembelaan. Kalau perlu, benahi pola kerja, tingkatkan SDM, dan manfaatkan sistem digital,” tegasnya.
Di tengah silang pendapat DPRD, satu hal tampak jelas: parkir di Kota Tasikmalaya masih penuh tanda tanya.
Karcis yang seharusnya jadi bukti resmi, justru sering jadi barang langka.
Sementara PAD ditargetkan naik, kebocoran di lapangan masih jadi cerita lama yang terus berulang. (rezza rizaldi)
