Terkait target waktu realisasi, Nundang menyebut pembukaan fakultas tersebut sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat. Jika dukungan tersebut diberikan secara optimal, proses pendirian dinilai bisa berlangsung lebih cepat. “Kalau pemerintah ngebantu kita all out gitu ya. Ya, mungkin 2 tahun juga bisa selesai,” katanya.
Ia membandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi di provinsi yang belum memiliki Fakultas Kedokteran dan mendapatkan penugasan langsung dari pemerintah pusat, sehingga proses pendiriannya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Berbeda dengan Unsil yang berada wilayah di Jawa Barat, di mana di provinsi ini sejumlah perguruan tingginya telah memiliki Fakultas Kedokteran, sehingga pembukaannya bukan bersifat penugasan, melainkan inisiatif mandiri dengan pemenuhan seluruh persyaratan.
Baca Juga:Persiapkan Lulusan ke Perguruan Tinggi, MAN 1 Kota Tasikmalaya Gelar Campus Expo 2026Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”
“Kalau kita mah provinsinya sudah ada. Di Jawa Barat sudah ada Unpad, IPB, UPI. Jadi kita mah bukan penugasan,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
