PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Pasar Pananjung selama ini belum pernah mendapat sentuhan revitalisasi dari Pemkab Pangandaran. Padahal kondisi sebagian kios pasar yang berlokasi di kawasan wisata itu sudah rusak bahkan tidak layak.
Sekian lama, para pedagang berharap bangunan dan juga infrastruktur jalan di Pasar Pananjung bisa direvitalisasi. Supaya aktivitas mereka lebih optimal dan pengunjung pasar pun bisa lebih nyaman berbelanja.
Seorang pedagang, Sobandi menjelaskan selain kondisi bangunan yang harus segera direvitalisasi, tidak sedikit ruko-ruko yang lokasinya jauh dari jalur utama gulung tikar. Ia sesekali mengingat beberapa kali mendengar akan adanya revitalisasi pasar Pananjung yang ada di jantung kota Pangandaran.
Baca Juga:Ketika Mas Wapres dan Mas Wali ke Pasar "Becek" Kota TasikmalayaLBH Ansor Jawa Barat: Kriminalisasi Kebijakan, Ancaman bagi Tata Kelola Negara!
“Sejak tahun 2000an (masih bergabung dengan Ciamis), saya pertama kali jualan disini, belum ada perbaikan lagi,” katanya kepada Radar Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, pedagang hanya menginginkan berjualan dengan nyaman dan memberikan pelayanan terbaik. “Karena ramainya wisatawan ke Pantai Pangandaran cukup berdampak ke peningkatan penjualan di pasar,” ungkapnya.
Ia mengatakan jika ada tamu atau pembeli yang dari luar daerah sangat bisa ditandai orangnya. “Sebenarnya malu, kalo tamu dari luar kesini kan malu banget. Masa pasarnya kaya gini,” katanya.
Dirinya mengaku sudah berjualan di Pasar Pananjung sejak tahun 2000, dari jongko kecil menjadi ruko. “Tapi sekarang tempat jualan saya sudah mulai rusak, bahkan kalau hujan bocor,” katanya.
Ia berharap jika janji revitalisasi terwujud semua pedagang yang sudah lama dapat memberikan ruko gratis. “Dibangun, tapi prioritaskan yang sudah punya jongko udah lama jualan,” ujarnya
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran (HP2P) Suryaman mengatakan, para pedagang Pasar Pananjung saat ini sudah banyak yang gulung tikar. “Perkiraan kami dari 700 ruko yang ada hanya 60 persen yang bertahan, sisanya 40 persen gulung tikar,” ujarnya.
Suryaman menyebutkan kebanyakan ruko yang gulung tikar karena imbas maraknya penjualan online. “Paling banyak pedagang yang gulung tikar itu pengusaha pakaian atau fesyen. Imbasnya besar ke mereka,” ucapnya.
Baca Juga:Gowes Tanpa Lomba, Tapi Penuh Cerita di Kota Tasikmalaya!Proyek Pembangunan KNMP Pangandaran Diduga Molor
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan jika melihat kondisi keuangan daerah saat ini, masih sulit untuk merevitalisasi Pasar Pananjung. Menurutnya, pembangunan revitalisasi pasar Pananjung bakalan menelan biaya cukup besar. Estimasi anggaran yang harus dikeluarkan sekitar Rp 80 Miliar.
