TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Kejuaraan tinju amatir akan digelar di Kota Tasikmalaya bulan April mendatang. Event terbuka untuk non-atlet ini menjadi panggilan bagi kawula muda di Kota Resik ini yang punya nyali dan kemampuan bertarung di atas ring.
Event ini dilaksanakan oleh Boxing Van Java dengan mengusung tema “TASIK WANI DI ADU”. Rencananya, akan digelar di GOR Sukapura Dadaha pada 24-26 April 2026.
Penyelenggara tidak hanya menargetkan kawula muda sebagai bibit atlet, namun seluruh elemen masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Ormas, Ojol, Debt Collector, Sopir, pengusaha sampai klub motor. Biaya pendaftarannya dibuka dengan harga Rp 300 ribu per orang dengan benefit medali, sertifikat, jersey tarung dan produk sponsor.
Baca Juga:Ketika Mas Wapres dan Mas Wali ke Pasar "Becek" Kota TasikmalayaLBH Ansor Jawa Barat: Kriminalisasi Kebijakan, Ancaman bagi Tata Kelola Negara!
Kejuaraan tinju merupakan kompetisi yang menuntut peserta adu fisik dan taktik. Tidak kalah penting, nyali pun jadi salah satu modal untuk ikut bersaing di atas ring.
Ketua Penyelenggara dari Boxing Van Java, Wawan Osis menjelaskan bahwa event ini sengaja dibuka untuk umum. Pasalnya tujuan utamanya bukan penjaringan atlet, namun mengarahkan potensi kemampuan fisik dari kawula muda agar tersalurkan di jalur kompetisi yang fair. “Jangan sampai disalurkan dengan ribut di jalan tanpa aturan,” ucapnya.
Maka dari itu pihaknya juga mengundang berbagai organisasi dan komunitas untuk bisa berpartisipasi. Bahkan dia berharap anak-anak muda yang menjadi bagian dari geng motor pun bisa ikut serta. “Dari pada ribut di jalan meresahkan, lebih baik bertarung jantan secara profesional,” katanya.
Meskipun bukan pembinaan bibit atlet, pihaknya tetap menerapkan aturan main secara profesional standar Pertina. Dari mulai pembagian kategori sampai dengan aturan tanding di atas ring. “Kan nanti dari bobot tubuh juga dipisah-pisah kategorinya,” ujarnya.
Pada event ini pihaknya juga menyiapkan pertandingan yang dikhususkan untuk atlet. Untuk kategori ini, pendaftar dibuka untuk para atlet se-Jawa Barat. “Tapi khusus untuk yang non-atlet, hanya terbuka untuk wilayah Kota Tasikmalaya saja,” ucapnya.
Mengenai persiapan, perencanaan event dan administrasi perizinan sudah selesai diproses. Saat ini tinggal menunggu waktu pelaksanaan sambil proses pendaftaran peserta berjalan. “Targetnya kita batasi untuk 300 peserta, alhamdulillah sekarang baru dibuka dan kurang lebih 30 orang mendaftar,” tuturnya.(Rangga Jatnika)
