Kanker Serviks Bisa Menyerang Siapa Saja? Ini Penjelasan Dokter Spesialis RSUD Pandega Pangandaran

Rumah sakit pangandaran, rsud pandega
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Pandega Pangandaran, dr Arieff Kustiandi SpOG
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menyatakan, Kanker Serviks bisa menyerang kelompok usia. terutama perempuan yang telah aktif secara seksual.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Pandega Pangandaran, dr. Arieff Kustiandi, pada acara Ngobatan (Ngobrol bareng seputar kesehatan) yang dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik RSUD Pandega.

Menurut dr. Arieff, kanker serviks umumnya mulai berkembang pada perempuan usia produktif, yakni rentang 30 hingga 50 tahun, namun proses infeksi virus penyebabnya bisa terjadi jauh lebih awal.

Baca Juga:Panggilan untuk Jiwa Petarung di Kota Tasikmalaya! Boxing Van Java Segera Digelar di DadahaKetika Mas Wapres dan Mas Wali ke Pasar "Becek" Kota Tasikmalaya

“Infeksi Human Papillomavirus (HPV) sebagai penyebab utama kanker serviks bisa terjadi sejak usia remaja atau awal usia dewasa, terutama setelah seseorang mulai aktif secara seksual. Kankernya sendiri biasanya baru muncul bertahun-tahun kemudian,” katanya, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, meski jarang, kanker serviks juga dapat ditemukan pada perempuan usia di bawah 30 tahun, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti menikah atau berhubungan seksual di usia muda, memiliki banyak pasangan, serta tidak pernah melakukan skrining kesehatan reproduksi.

“Karena perjalanan penyakitnya cukup panjang dan sering tanpa gejala di awal, banyak pasien baru datang ketika sudah memasuki stadium lanjut,” tambahnya.

Dirinya menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan dan penurunan angka kematian akibat kanker serviks.

Pemeriksaan seperti Pap Smear atau IVA test sangat dianjurkan dilakukan secara rutin, terutama bagi perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual.

“Dengan deteksi dini, kanker serviks bisa ditemukan pada tahap prakanker, sehingga peluang kesembuhan sangat tinggi,” ujarnya.

Selain skrining rutin, dr. Arieff juga mengingatkan pentingnya vaksinasi HPV yang idealnya diberikan sejak usia 9 hingga 14 tahun, sebelum seseorang terpapar virus HPV.

Baca Juga:LBH Ansor Jawa Barat: Kriminalisasi Kebijakan, Ancaman bagi Tata Kelola Negara!Gowes Tanpa Lomba, Tapi Penuh Cerita di Kota Tasikmalaya!

“Vaksin HPV sangat efektif untuk mencegah infeksi virus penyebab kanker serviks. Namun bagi yang belum vaksin, skrining rutin tetap menjadi langkah perlindungan yang sangat penting,” tegasnya.

“Kanker serviks bisa dicegah dan diobati jika ditemukan lebih awal. Jangan menunggu gejala muncul baru periksa,” tambahnya.(Deni Nurdiansyah)

0 Komentar