RADARTASIK.ID — Bagaimana proses dan skema manakan bergizi gratis selama Ramadan 2026?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa program tersebut tetap berjalan seperti biasa, dengan penyesuaian pada mekanisme pembagian makanan.
Baca Juga:Persita Ingin Manggung di Kompetisi Asia, Soal Gelar Juara, M Toha: Ada Tim yang Lebih Besar dari KitaAwal Manis Alfeandra Dewangga di Persib Bandung, Jadi Andalan Bojan Hodak di Sisi Kiri Pertahanan Persib
Dadan menyampaikan bahwa untuk wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, distribusi makanan tetap dilakukan pada jam sekolah.
Namun, peserta didik yang menjalankan ibadah puasa diperbolehkan membawa makanan tersebut ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka.
Skema ini, menurutnya, serupa dengan pola pelaksanaan Ramadan pada tahun sebelumnya.
Ia juga menuturkan bahwa makanan MBG dirancang agar memiliki daya tahan hingga 12 jam, terhitung sejak proses penyiapan hingga waktu konsumsi saat berbuka puasa.
“Makanan akan tahan lama hingga 12 jam dari mulai disiapkan sampai dia dikonsumsi pada saat buka,” kata Dadan Hindayana.
Sementara itu, untuk daerah yang mayoritas warganya tidak menjalankan puasa, layanan MBG tetap diberikan secara normal tanpa perubahan mekanisme.
Lebih lanjut, Dadan menambahkan bahwa menu MBG selama Ramadan akan menggunakan bahan pangan sederhana namun tetap bernilai gizi.
Baca Juga:Persis Solo Tambah Amunisi, Kiper dan Bek Asing Perkuat Laskar Sambernyawa di Putaran Kedua Super League 2026Bojan Hodak Bocorkan Daftar Pemain Persib yang Hengkang, Satu Pemain Asing Sudah Fiks Pindah Klub
Pemilihan menu juga mempertimbangkan faktor ketahanan makanan hingga waktu berbuka, seperti kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, serta berbagai penganan lokal yang relatif awet.
