TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misi kebudayaan kembali mengantarkan nama Kota Tasikmalaya ke panggung internasional.
Sanggar Dewa Motekar di bawah pimpinan Chris Novika Supardi, M.Pd, dipastikan berangkat ke Thailand untuk mengikuti Festival Cultural Exchange Internasional yang diikuti lebih dari 30 negara.
Rombongan akan dilepas secara resmi dalam apel pagi di halaman Kantor Disporabudpar pada Selasa (27/1/2026), sebelum bertolak ke Thailand pada 30 Januari 2026.
Baca Juga:Transaksi Pakai Medsos dan COD, 5 Kasus Narkoba di Kota Tasikmalaya Dibongkar PolisiRS Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Belum Terkoneksi dengan BPJS, Kadinkes: Sedang Berproses
Ini menjadi pemberangkatan kelima kalinya Sanggar Dewa Motekar setelah kembali mendapat undangan khusus dari Kerajaan Thailand.
Selama dua pekan, para peserta akan tampil di sejumlah lokasi bergengsi, di antaranya Surindra Rajabhat University, lingkungan Kerajaan Thailand, sekolah internasional, serta beberapa panggung budaya lainnya.
Sebanyak 11 talenta dari Kota Tasikmalaya akan ambil bagian dalam misi budaya ini. Mereka adalah:
1. Dinar Zaffarani Lesmana – SMPN 1 Tasikmalaya.
2. Naisheila Putri Alhia (Ocha) – SMPN 1 Jatiwaras Kelas 9B.
3. Gelsi Sofa Latifa – SMPN 1 Tasikmalaya.
4. Qurraru Aina – SMPN 1 Tasikmalaya.
5. Laila Aisyah – SMPN 1 Tasikmalaya.
6. Natasha Ramjana – Mahasiswi Unsil (Penjas/PJOK).
7. Marsya Auni Resnata – SMAN 5 Tasikmalaya Kelas X-6.
8. Nadindra Zahwalesha Putri – SMPN 2 Tasikmalaya.
9. Alvia Galuh Rahayu – SMAN 1 Ciamis.
10. Dhifaaf Tanisha Nur Husaini – SMPN 4 Tasikmalaya.
11. Dyinan Rizkyandi, S.Pd.
Sebagian besar peserta akan tampil sebagai penari dan model dalam berbagai sesi pertunjukan maupun perlombaan seni.
Sanggar Dewa Motekar juga membawa pelatih serta penerjemah untuk mendukung penampilan selama di Thailand.
Menariknya, dari rombongan tersebut terdapat peserta kakak beradik asal Jalan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Mereka adalah Natasha Ramjana dan adiknya Laila Aisyah, putri pasangan Hasef Husen dan Hercita SP.
Baca Juga:Isra Mi’raj Pemkot Tasikmalaya Pindah ke Cibeureum Picu Salah Paham!Parkir Tanpa Karcis Gratis, Target Jalan Terus: Skema Dishub Kota Tasikmalaya Belum Meninggalkan Pola Lama
Natasha dan Laila menyampaikan bahwa mereka akan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Jawa Barat, melalui sejumlah penampilan seperti Tari Saman, Tari Jalatunda, Tari Kaladaru, serta fashion tradisional.
Selain menari, keduanya juga terlibat dalam sesi modeling yang dilombakan secara internasional.
“Harapannya bukan hanya dikenal di Kota Tasikmalaya, tapi bisa terus maju ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan diakui di negara lain,” ujar Laila, Rabu (21/1/2026).
