BANJAR, RADARTASIK.ID – Aktivis lingkungan Paguyuban Bale Rahayat Walhi Jawa Barat menyoroti kondisi kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bolong. Pemkot diminta memperhaikannya.
“Kontainer sampah tersebut secepatnya harus diperhatikan, minimal diperbaiki jika tidak ada anggaran untuk membeli yang baru,” ucap Ketua Paguyuban Bale Rahayat Walhi Jabar, Asep Nurdin, Selasa (2/1/2026).
Menurutnya, kontainer sampah merupakan sarana prasarana yang sediakan pemerintah sebagai tempat penampung sampah sebelum diangkut ke TPA. Seharusnya pemerintah memperhatikan sarana prasarana tersebut dengan baik.
Baca Juga:Imin yang Bukan Gus Muhaemin!Seberapa Menarik Media Sosial Kepala Daerah Menurut Warga? Ini Kata Mereka!
“Ketika kontainer-nya rusak, secara tidak langsung sampah pasti berceceran dan itu nantinya berdampak pada pencemaran lingkungan,” tegasnya.
Maka dari itu, perlu solusi matang dalam memaksimalkan kontainer yang ada dengan memperbaikinya. Sehingga pelayanan tidak terabaikan.
Dengan memaksimalkan perbaikan kontainer sampah, setidaknya bisa meminimalisir sampah berceceran di jalan akibat kontainer bolong.
“Alasan tidak adanya anggaran, tidak akan menyelesaikan masalah. Maka solusinya lakukan perbaikan, dengan mencari anggaran dari mana pun itu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, warga di Desa Jajawar Kecamatan Banjar mengeluhkan kendaraan operasional pengangkut sampah (kontainer) yang bolong atau rusak.
“Truk pengangkut sampah, saat melintas di jalan lingkungan sampah yang diangkut pada berceceran karena bak-nya (kontainer) pada bocor,” ucap salah seorang warga Jajawar, Martin Rabu (14/1/2026).
Pihaknya mengaku miris dan prihatin dengan kondisi tersebut. Hal tersebut membuat warga mengeluh.
Baca Juga:Siapa Paling Populer? Adu Popularitas Kepala Daerah Priangan Timur di Media SosialSelalu Saling Menyapa!
“Atuh minimal diperbaiki itu yang bocor, supaya sampah yang diangkut tidak berceceran lagi di jalan,” pungkasnya.
Wali Kota Banjar, Ir H Sudarsono kemudian mengungkap niatnya untuk menutupi sementara kontainer bolong dengan terpal agar sampah tidak berserakan. (Anto Sugiarto)
