Tidak Terawat, Bangunan Pusat Pemasaran di Kabupaten Ciamis Bakal Dikaji Ulang

Gedung pusat pemasaran ciamis
Gedung Pusat Pemasaran Bersama Kabupaten Ciamis untuk menjual kerajinan, makanan olahan dan sandang di Jalan Nasional Cihaurbeuti, Minggu (18/1/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Aset bangunan milik Pemerintah Kabupaten Ciamis di Pusat Pemasaran Bersama (P2B) Cihaurbeuti, yang diperuntukkan bagi pemasaran kerajinan, makanan olahan, dan sandang, kini terbengkalai dan tidak terawat.

Bangunan yang terletak di Jalan Nasional Cihaurbeuti, jalur penghubung Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya tersebut, tampak dipenuhi sampah, rumput liar, botol-botol minuman beralkohol, serta kondisi atap bagian belakang yang sudah lapuk.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk melakukan kajian ulang terhadap pemanfaatan aset tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Priyadi, menyatakan bahwa P2B Cihaurbeuti akan dievaluasi menyeluruh.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Nanti kita kaji ulang (P2B di Cihaurbeuti, Red). Sebab, sepengetahuannya P2B di Cihaurbeuti sudah di kerjasamakan,” kata Andang Firman Priyadi kepada radar di TPS 3R Desa Cidadap, Selasa (20/1/2026).

Ia membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Desa Cihaurbeuti agar bangunan tersebut kembali aktif dan termanfaatkan. Menurutnya, sebelumnya pemerintah desa sempat mengajukan permohonan penggunaan bangunan tersebut.

“Karena memang kemarin di minta bangunan oleh pemerintah Desa Cihaurbeuti, mereka bisa aplikasi penggunaannya. Nantinya kita awasi seperti apa? Karena aset tanahnya masih milik Desa Cihaurbeuti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, Awan Setiawan, menanggapi adanya aset bangunan pemerintah daerah yang tidak terawat tersebut dengan menyatakan akan menelusuri fungsi dan kondisi P2B Cihaurbeuti secara langsung.

“Saya akan ke Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) untuk cari tahu informasi terlebih dahulu soal bangunan P2B di Cihaurbeuti tersebut,” katanya.

Sebelumnya, warga setempat, Purbaya (35), mengungkapkan bahwa Pusat Pemasaran Bersama Kabupaten Ciamis tersebut sudah lama tidak difungsikan. Ia menyebut, bangunan terakhir kali digunakan sebelum pandemi Covid-19 dan sempat disewakan sebagai tempat transit perusahaan otobus.

“Setelah tidak lagi difungsikan, dibiarkan tanpa ada perawatan bangunan sehingga banyak rumput-rumput liar dan pada kayu-kayunya lapuk,” katanya, Minggu (18/1/2025).

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Ia berharap bangunan tersebut dapat kembali diaktifkan agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekaligus terawat. Menurutnya, lokasi P2B yang berada di jalur nasional sangat potensial untuk kegiatan ekonomi.“Berharap bisa diaktifkan kembali untuk kegiatan ekonomi kreatif atau UMKM, sebab di sini jalur ramai,” ujarnya. (riz)

0 Komentar