Selalu Saling Menyapa!

H Amir Mahpud
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Gerindra Jawa Barat, H Amir Mahpud
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dengan memperhatikannya berulang kali. Bukan sekali. Bukan dua kali. Hampir setiap ada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto di sebuah acara dan di sana ada H Amir Mahpud—maka ada satu adegan kecil yang selalu berulang. Adegan yang tampak sepele. Tapi justru di situlah ceritanya.

Presiden Prabowo selalu menyapa H Amir Mahpud. Kadang saat hendak pulang. Kadang ketika suasana sudah mulai lengang. Kadang bahkan ketika langkah kaki Presiden sudah mengarah ke mobil.

Seperti yang terjadi di TMII. Hari itu Presiden Prabowo menghadiri sebuah acara pernikahan. Ia berjalan bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dua presiden. Dua generasi kepemimpinan. Setelah berpamitan, Prabowo melangkah menuju mobil.

Baca Juga:The Legend 2 & Studio 29: Tempat Orang Tasikmalaya Berhenti Sejenak!Estafet di Kota Santri, PMII Kota Tasikmalaya Selalu Tahu Diri!

Harusnya selesai. Tapi belum. Di tengah langkah itu, Prabowo menoleh. Matanya mencari. Lalu berhenti. “H. Amir…”

Presiden pun menghampiri. Mengajak bersalaman. Seolah ada satu kewajiban yang belum ditunaikan sebelum pulang.

Padahal acara sudah selesai. Padahal protokol sudah longgar. Padahal Presiden sudah di depan pintu mobil.

H. Amir Mahpud bukan pejabat negara. Ia Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat. Ia juga Presiden Direktur PT Primajasa Perdanaraya—perusahaan transportasi yang sangat dikenal di Jawa Barat.

Tapi jelas, bukan jabatannya yang membuat Presiden Prabowo selalu menyapa. Ini soal relasi lama. Soal pertemanan yang terawat. Soal chemistry yang tidak dibuat-buat.

Bahkan ada satu momen yang kini viral. Videonya beredar ke mana-mana. Saat itu H Amir sedang berbalik badan. Tidak sadar siapa yang ada di belakangnya. Tiba-tiba ada yang mencolek.

Bukan ajudan. Bukan pengawal. Tapi Presiden RI. H Amir terkejut. Kaget. Lalu tersenyum. Campur aduk antara tidak menyangka dan kagum. Ia berkali-kali mengatakan hal yang sama: Presiden Prabowo itu rendah hati.

Baca Juga:Yanto Oce Datang, Tasikmalaya Menghangat Lagi!Kabupaten Garut Bakal Jadi Tuan Rumah Porprov 2030

Colekan dari belakang itu kecil. Tapi maknanya besar. Itu bukan gestur formal. Itu bukan protokol. Itu spontan. Itu personal. Dan rupanya, bukan sekali itu saja.

Dalam banyak kegiatan, dalam banyak kesempatan, pola yang sama terulang. Ketika Prabowo hendak pulang, ketika acara hampir usai, selalu ada usaha untuk menyapa H Amir Mahpud terlebih dahulu.

0 Komentar