Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Kekurangan Ruang, Mushola hingga Rumah Kontrakan Jadi Kelas

Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya kekurangan ruang kelas
Dua guru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya mengajar dalam satu kelas yang disekat, Senin (19/1/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Keterbatasan daya tampung ini juga berdampak pada penyimpanan sarana belajar.

Sekolah semula direncanakan menerima 300 buku. Namun karena tak tersedia ruang khusus, buku-buku tersebut kini menumpang di dalam kelas.

Sementara logistik pendidikan lain terus berdatangan bertahap dari pemerintah pusat, bangunan yang ada tak lagi mampu menampung secara optimal.

“Smart board ada, seragam sekolah baru ada, sepatu sekolah dan sepatu olahraga tersedia, air minum galon juga selalu ada. Yang jadi masalah bukan fasilitasnya, tapi ruangannya,” tegas Himawan.

Baca Juga:Penggelapan Dana Pajak Rp824 Juta, Head Accounting Perusahaan Dilaporkan ke Polres Tasikmalaya KotaTelat Isi Pengajian, Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya Islah dengan Muhammadiyah di Masjid Al-Manar

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya disebut masih mematangkan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang lebih representatif.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, sebelumnya telah meninjau salah satu calon lokasi di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kamis (11/12/2025).

Saat itu, Diky menyebut terdapat lima titik lahan yang tengah dikaji, tersebar di Kecamatan Tamansari, Kawalu, dan Bungursari.

Namun hingga kini, keputusan final soal lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya belum juga diketok —sementara aktivitas belajar terus berjalan dengan segala keterbatasannya. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar