Saiko Consultancy Siap Akuisisi PT Soraya Berjaya Indonesia, Saham SPRE Meroket Terus

Soraya Berjaya Indonesia
Ilustrasi PT Soraya Berjaya Indonesia. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Dengan pabrik yang terletak di Padang dan Pekanbaru, perusahaan ini telah berhasil merambah pasar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pada tahun 2019, perusahaan ini menambah lini produk baru, menyediakan berbagai macam solusi untuk kebutuhan kamar tidur seperti guling, bantal, selimut, dan produk terkait lainnya.

Dengan mencatatkan sahamnya di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia pada 3 Juli 2024, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk berhasil menarik perhatian investor lokal maupun internasional.

Baca Juga:Saham APLN Sempat Meroket setelah Penjualan Mal Deli Park: Apa yang Terjadi di Balik Keputusan Strategis Ini?Apakah Penjualan Mal Deli Park Akan Menggoyahkan Kinerja Operasional Agung Podomoro Land?

Pada saat IPO, perusahaan ini mencatatkan harga saham sebesar Rp 125 per lembar, dengan total modal yang dihimpun mencapai Rp 30 miliar dari penawaran 240 juta lembar saham.

Analisis Dampak Pengambilalihan bagi Pemegang Saham dan Industri

Langkah akuisisi ini tidak hanya akan membawa perubahan besar bagi struktur kepemilikan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja dan arah perusahaan ke depannya.

Bagi pemegang saham yang ada, terutama Rizet Ramawi yang melepaskan sebagian besar kepemilikan sahamnya, ini merupakan langkah yang harus diambil dengan hati-hati.

Meskipun akuisisi ini diperkirakan akan memperkuat posisi PT Soraya Berjaya Indonesia di pasar, perubahan kepemilikan saham bisa berpengaruh pada kebijakan perusahaan dan strategi bisnis jangka panjang.

Namun, bagi Saiko Consultancy Pte Ltd, akuisisi ini merupakan peluang besar untuk memperluas sayap bisnis di Indonesia, yang merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar di sektor produk rumah tangga.

Kehadiran perusahaan holding ini di pasar Indonesia dapat menciptakan sinergi dengan berbagai bisnis lainnya dan memperkuat jejak mereka di kawasan Asia Tenggara.

Tren Kenaikan Harga yang Konsisten

Sepanjang periode 30 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026, harga saham SPRE menunjukkan tren kenaikan yang cukup stabil, dengan beberapa hari mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga:Agung Podomoro Land Jual Mal Deli Park Rp 2,44 Triliun, Apa Dampaknya bagi Portofolio?IHSG Mencetak All-Time High, Tapi Akankah Relinya Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global?

Pada 19 Januari 2026, harga saham SPRE ditutup di angka 356, meningkat sebesar 32 poin atau 9,88%. Ini adalah kenaikan terbesar dalam periode tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, harga saham SPRE juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Misalnya, pada 15 Januari 2026, harga saham naik sebesar 28 poin (9,46%), ditutup di harga 324.

Demikian juga pada 14 Januari 2026, harga saham melonjak 26 poin (9,63%) menjadi 296.

0 Komentar