RADARTASIK.ID – Pasar modal Indonesia kembali diramaikan dengan pengumuman rencana akuisisi yang melibatkan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), sebuah perusahaan yang berfokus pada produksi dan distribusi produk peralatan kamar tidur.
Pengumuman resmi rencana pengambilalihan SPRE pada 19 Januari 2026 oleh Saiko Consultancy Pte Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura, menarik perhatian banyak pihak, terutama pemegang saham dan analis pasar.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis Saiko Consultancy, yang ingin memperluas jangkauannya di pasar Indonesia melalui PT Soraya Berjaya Indonesia.
Baca Juga:Saham APLN Sempat Meroket setelah Penjualan Mal Deli Park: Apa yang Terjadi di Balik Keputusan Strategis Ini?Apakah Penjualan Mal Deli Park Akan Menggoyahkan Kinerja Operasional Agung Podomoro Land?
Namun, apa saja yang melatarbelakangi langkah ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap masa depan perusahaan?
Saiko Consultancy Pte Ltd, yang bergerak di bidang konsultasi manajemen dan aktivitas perusahaan holding, mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 27,83% saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk dari Rizet Ramawi, pemegang saham pengendali perusahaan tersebut.
Dengan akuisisi ini, Saiko Consultancy berencana untuk meningkatkan strategi pengembangan usaha sekaligus memperluas kegiatan bisnisnya di Indonesia, yang menjadi bagian dari ekspansi korporasi mereka.
Sejauh ini, negosiasi dan pembahasan nilai transaksi masih berlangsung, dengan beberapa aspek utama seperti penetapan nilai akhir transaksi dan jadwal penyelesaian yang sedang dibahas antara pembeli dan penjual.
Peran dan Strategi Saiko Consultancy
Saiko Consultancy, yang beralamat di 21 Bukit Batok Crescent, Singapore, telah lama bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan kegiatan perusahaan holding.
Meskipun saat ini belum memiliki saham di PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk, perusahaan ini berencana untuk menjadi pengendali baru setelah proses pengambilalihan selesai.
Sebagai langkah lanjutan, mereka akan melaksanakan penawaran tender wajib, sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga:Agung Podomoro Land Jual Mal Deli Park Rp 2,44 Triliun, Apa Dampaknya bagi Portofolio?IHSG Mencetak All-Time High, Tapi Akankah Relinya Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global?
Rencana ini tentunya memerlukan kepatuhan pada regulasi pasar modal Indonesia yang berlaku, menjadikan proses pengambilalihan ini sangat bergantung pada kelancaran administrasi dan legalitas.
Profil SPRE
Didirikan di Kota Padang pada awalnya sebagai usaha rumahan di bidang jahitan, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) kini telah berkembang pesat dan menjadi pemain penting di industri produk peralatan kamar tidur.
