Saham APLN Sempat Meroket setelah Penjualan Mal Deli Park: Apa yang Terjadi di Balik Keputusan Strategis Ini?

Saham APLN
Tampilan Mal Deli Park. (Dok. Delipark.com)
0 Komentar

Keputusan ini diambil setelah evaluasi cermat terhadap kinerja aset, profil risiko, dan potensi kontribusi terhadap kinerja perusahaan di masa depan.

APLN menekankan bahwa penjualan Mal Deli Park tidak akan mengubah fokus utama kegiatan usaha mereka.

Sebaliknya, langkah ini justru dirancang untuk mengoptimalkan struktur aset dan alokasi sumber daya perusahaan, yang disesuaikan dengan strategi bisnis jangka menengah dan panjang.

Baca Juga:Apakah Penjualan Mal Deli Park Akan Menggoyahkan Kinerja Operasional Agung Podomoro Land?Agung Podomoro Land Jual Mal Deli Park Rp 2,44 Triliun, Apa Dampaknya bagi Portofolio?

Pelepasan aset seperti Mal Deli Park adalah bagian dari upaya berkelanjutan APLN dalam menjaga kelangsungan dan stabilitas finansial perusahaan.

APLN menjelaskan bahwa meskipun Mal Deli Park memberikan kontribusi terhadap pendapatan, laba operasional, dan arus kas, kontribusinya terhadap total kinerja perusahaan tidak cukup signifikan untuk mempengaruhi strategi jangka panjang perusahaan.

Oleh karena itu, penjualan ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi penguatan posisi keuangan dan likuiditas APLN.

Penurunan Harga setelah Lonjakan

Setelah lonjakan signifikan pada 13 Januari, harga saham APLN mengalami penurunan berturut-turut.

Pada 14 Januari, saham ditutup pada Rp 194, turun Rp 10 (4,90%).

Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh profit-taking dari para investor yang membeli saham setelah lonjakan sebelumnya.

Volume perdagangan pada tanggal ini tercatat tinggi, menunjukkan adanya aksi jual.

Pada 15 Januari, saham APLN ditutup pada Rp 192, turun Rp 2 (1,03%).

Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian pasar dan mungkin reaksi pasar terhadap penurunan harga sebelumnya.

Baca Juga:IHSG Mencetak All-Time High, Tapi Akankah Relinya Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global?Suspensi Saham POLA dan NSSS Dihentikan, Perdagangan Kembali Dibuka Mulai 20 Januari 2026

Namun, volume perdagangan tetap stabil dengan lebih dari 2 juta saham diperdagangkan.

Penurunan Lebih Lanjut

Pada 19 Januari, harga saham APLN turun lebih tajam menjadi Rp 174, dengan penurunan sebesar Rp 18 (9,38%).

Penurunan ini menandakan reaksi pasar yang lebih negatif terhadap ketidakpastian pasar properti atau kekhawatiran akan efek jangka panjang dari penjualan Mal Deli Park.

Meskipun harga saham turun, volume perdagangan tetap cukup besar, mencapai 2,56 juta saham, yang menunjukkan ketertarikan investor meskipun harga saham turun. (*)

0 Komentar