RADARTASIK.ID – Setelah pengumuman penjualan pusat perbelanjaan Mal Deli Park, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengalami lonjakan signifikan.
Pada 13 Januari, saham APLN mengalami lonjakan terbesar bulan itu, dengan harga saham ditutup pada Rp 204, naik Rp 30 atau 17,24%.
Kenaikan ini kemungkinan besar dipicu oleh pemberitaan positif mengenai penjualan Mal Deli Park dan analisis pasar yang lebih optimis terhadap sektor properti, termasuk adanya stimulus pajak PPN DTP 100% untuk pembelian properti yang diumumkan pemerintah pada awal Januari.
Baca Juga:Apakah Penjualan Mal Deli Park Akan Menggoyahkan Kinerja Operasional Agung Podomoro Land?Agung Podomoro Land Jual Mal Deli Park Rp 2,44 Triliun, Apa Dampaknya bagi Portofolio?
APLN memberikan tanggapan positif terhadap perkembangan ini, menjelaskan bahwa transparansi dalam komunikasi dan dinamika pasar properti telah memainkan peran besar dalam meroketnya harga saham mereka.
Pemberitaan terkait penjualan Mal Deli Park, yang disampaikan dalam keterbukaan informasi oleh APLN, disambut baik oleh media yang melaporkan peristiwa tersebut dengan nada netral-positif.
Tanggapan positif dari pasar ini juga dipengaruhi oleh informasi dari analis-analis sekuritas, yang menyebutkan adanya faktor-faktor eksternal yang mendukung prospek sektor properti, termasuk stimulus fiskal dan moneter yang diberikan oleh pemerintah.
Reaksi Pasar terhadap Penjualan Mal Deli Park
Pada 12 Januari 2026, Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengungkapkan, pasar properti mendapatkan angin segar setelah pemerintah resmi menerbitkan kebijakan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) 100% untuk pembelian properti sepanjang 2026.
Kebijakan ini seiring dengan peluncuran program 3 juta rumah dari pemerintah dan prediksi bahwa suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) berpeluang turun, yang mengindikasikan langkah positif bagi sektor properti secara keseluruhan.
Kenaikan harga saham APLN yang terjadi belakangan ini dapat dilihat sebagai respons positif pasar terhadap kombinasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut.
APLN juga mencatat bahwa pemberitaan positif dan analisis pasar menjadi faktor penting yang berkontribusi pada meroketnya harga saham mereka.
Baca Juga:IHSG Mencetak All-Time High, Tapi Akankah Relinya Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global?Suspensi Saham POLA dan NSSS Dihentikan, Perdagangan Kembali Dibuka Mulai 20 Januari 2026
Dengan sentimen pasar yang positif, APLN merasa semakin percaya diri dengan langkah-langkah yang mereka ambil dalam mengelola portofolio aset dan fokus pada pengembangan aset strategis.
Rasional Bisnis di Balik Penjualan Mall Deli Park
Pelepasan Mal Deli Park merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio aset APLN yang lebih selektif.
