Parkir Tanpa Karcis Gratis, Target Jalan Terus: Skema Dishub Kota Tasikmalaya Belum Meninggalkan Pola Lama

sistem parkir berkarcis Kota Tasikmalaya
Potensi PAD dari parkiran kendaraan di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya saat weekend. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Program parkir tanpa karcis gratis yang digadang-gadang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya sebagai jalan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) ternyata tak sepenuhnya meninggalkan pola lama.

Di balik jargon transparansi, target setoran bulanan bagi juru parkir masih tetap dipertahankan.

Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, mengakui bahwa masukan dari Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya soal parkir berkarcis memang masuk akal.

Baca Juga:Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah Digenjot, Ribuan Benih Disalurkan YSPN di TasikmalayaPenggelapan Dana Pajak Rp824 Juta, Head Accounting Perusahaan Dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota

Secara teori, jika parkir sudah menggunakan karcis, maka pendapatan bisa dihitung dari jumlah karcis yang keluar.

“Kalau sudah pakai karcis, kan tinggal hitung karcis saja. Berapa keluar, itu pendapatannya,” kata Uen, Senin (19/1/2026).

Namun, di lapangan, skema itu belum sepenuhnya diterapkan.

Dishub masih menemukan banyak juru parkir yang tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa. Karcis kerap baru keluar jika diminta.

“Masih ada jukir yang enggak ngasih karcis. Harus diminta dulu. Makanya kita terus sosialisasi, enggak bosan-bosan,” ujarnya.

Dishub, kata Uen, sudah memasang banner, spanduk, baliho, hingga melakukan woro-woro langsung ke lapangan.

Bahkan, tim Dishub yang dipimpin langsung kepala dinas dan sekretaris dinas turun ke lapangan untuk mengecek kebiasaan juru parkir.

Hasilnya, masih sama: karcis belum jadi budaya.

Untuk itu, Dishub Kota Tasikmalaya berencana mengumpulkan seluruh juru parkir di Taman Kota pada Rabu mendatang.

Tujuannya, pembinaan agar pemberian karcis menjadi kebiasaan, bukan pengecualian.

Baca Juga:Telat Isi Pengajian, Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya Islah dengan Muhammadiyah di Masjid Al-ManarWapres Gibran Blusukan Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hingga RSUD dan SMAN 2: Sayur Diborong, Copet Beraksi

“Nanti kita bina. Jangan ada petugas parkir yang cuma ngasih karcis kalau diminta. Harus biasa ngasih karcis,” tegasnya.

Namun di sinilah letak jurus gandanya.

Meski karcis mulai didorong, target setoran bulanan tetap berjalan.

Juru parkir masih dibebani angka tertentu setiap bulan.

“Mereka tetap di target. Misalnya sebulan sekian, 500 misalnya. Tetap di target,” tegas Uen.

Menurutnya, skema ini sengaja dibuat berlapis.

Di satu sisi, karcis—bahkan ada yang digratiskan—dipakai untuk memetakan potensi riil di lapangan.

Di sisi lain, target tetap dijaga agar PAD tidak anjlok.

0 Komentar