GARUT, RADARTASIK.ID – Super flu atau influenza A (H3N2) subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 di Jawa Timur, Kalsel, dan Jabar. Virus itu banyak ditemukan pada anak-anak dan perempuan.
Meski sudah masuk Indonesia, namun kasus super flu tidak ditemukan di Kabupaten Garut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani.
“Kalau di Kabupaten Garut, kita memang belum ada pasien yang dilakukan pemeriksaan terkait dengan super flu tersebut,” ucapnya, Senin (19/1/2026).
Baca Juga:Estafet di Kota Santri, PMII Kota Tasikmalaya Selalu Tahu Diri!Yanto Oce Datang, Tasikmalaya Menghangat Lagi!
Ia mengatakan, hasil membaca literatur dan dari Kementerian Kesehatan, kasus super flu sebetulnya gejalanya hampir sama dengan flu lain seperti ada demam, batuk, pilek, kemudian nyeri otot, nyeri tenggorokan.
Kemudian tingkat kebahayaannya juga hampir sama dengan flu lainnya.
“Namun di beberapa negara memang dilaporkan bahwa memang penyebaranya lebih cepat,” katanya.
Ia menyampaikan, di Kabupaten Garut sendiri kondisinya terkendali. Memang belum ada kasus ditemukan.
Namun, fasilitas kesehatan sudah siap apabila memang ditemukan kasus super flu di Kabupaten Garut.
“Insyaallah semua fasilitas kesehatan siap untuk menangani berbagai kondisi seperti itu, kalau nanti ada super flu ataupun influenza lainnya,” katanya.
Pihaknya juga terus konsen mengedukasi masyarakat terkait super flu dan tetap mengimbau masyarakat menjaga kesehatan serta berperilaku hidup sehat dan bersih agar terhindar dari penyakit.
Jika merasa sakit disarankan untuk istirahat atau mendatangi fasilitas kesehatan.
“Kemudian untuk yang sakit untuk menggunakan masker, sering cuci tangan dan hindari kerumunan,” katanya. (Agi Sugiana)
