Sarri meminta para pemainnya untuk merasakan kekecewaan malam itu, lalu bangkit dengan mental yang lebih kuat keesokan harinya.
“Kita harus pergi tidur dalam keadaan marah malam ini, lalu besok menemukan energi untuk tampil jauh lebih baik,” ucapnya.
Menanggapi anggapan bahwa Lazio tampak ‘terinfeksi virus’ mental, Sarri memberikan pembelaan keras terhadap timnya.
Baca Juga:Kabar Buruk Buat AC Milan, Saelemaekers Diragukan Tampil Lawan AS RomaAndrea Longoni: Fullkrug Senjata Rahasia Allegri Kembalikan Performa Terbaik Leao dan Pulisic
Ia mengingatkan bahwa sebelum laga ini, Lazio hanya kalah dari tim-tim papan atas klasemen.
“Tidak adil menyebut mereka tidak termotivasi atau sembrono. Para pemain sudah berjuang sejauh ini,” ujarnya.
Sarri juga menekankan bahwa kekalahan dari Como tidak bisa dianggap sebagai aib semata.
Ia menilai Como sebagai tim yang kuat dan terorganisasi dengan baik, bahkan mampu menciptakan banyak peluang saat menghadapi AC Milan sebelumnya.
“Kalau Anda langsung tertinggal melawan mereka, situasinya jadi sangat berat. Mereka memang menunjukkan bahwa mereka lebih kuat dari kami malam ini, dan itu harus diterima tanpa menghancurkan segalanya hanya karena satu pertandingan,” jelasnya.
Isu lain yang mencuat adalah peran Sarri dalam kebijakan transfer klub. Ia menegaskan tidak ada janji khusus terkait kendalinya di bursa transfer saat menerima jabatan pelatih Lazio.
“Presiden adalah pemilik klub. Jika dia mengatakan pasar transfer ditangani olehnya, maka selesai. Saya sudah pernah bekerja dengan presiden seperti De Laurentiis, saya tahu bagaimana dinamika ini,” terangnya.
Baca Juga:Jelang Laga Lawan Arsenal, Lautaro Disindir Cuma Jago Lawan Tim KecilMedia Italia Ungkap Penyebab Pemain AC Milan Berlari untuk Rayakan Gol Perdana Fullkrug
Sarri juga menolak anggapan bahwa kebijakan transfer menjadi penyebab langsung kekalahan.
Ia menyebut pasar transfer sebagai perpaduan antara kebutuhan teknis dan kondisi ekonomi klub, sesuatu yang berada di luar kendalinya.
“Yang penting, jangan menyeret nama saya dalam setiap keputusan transfer. Presiden berhak melakukan apa yang dia inginkan,” pintanya.
Soal target Eropa, Sarri berbicara sangat realistis. Ia meluruskan pernyataan Presiden Claudio Lotito yang menyebut Eropa sebagai target bagi Lazio musim ini.
Baginya menyebut Lazio akan lolos ke Eropa seperti fotomorgana atau “Mimpi di siang bolong” sebuah keinginan yang sangat tidak realistis.
