Lazio Dibantai Como, Sarri: Lolos ke Kompetisi Eropa Cuma Mimpi di Siang Bolong

Maurizio Sarri
Maurizio Sarri Foto: Tangkapan layar Instagram@official_sslazio
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Lazio menelan kekalahan telak di kandang sendiri setelah dibantai Como dengan skor 0-3 di Stadion Olimpico.

Hasil ini menjadi pukulan keras bagi Biancocelesti yang tengah berusaha menjaga konsistensi di Serie A dan lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Seusai laga, pelatih Lazio Maurizio Sarri tampil dalam konferensi pers dengan raut wajah kecewa, namun tetap berusaha realistis menilai kondisi timnya.

Baca Juga:Kabar Buruk Buat AC Milan, Saelemaekers Diragukan Tampil Lawan AS RomaAndrea Longoni: Fullkrug Senjata Rahasia Allegri Kembalikan Performa Terbaik Leao dan Pulisic

Sarri mengakui sejak awal pertandingan situasi sudah menjadi rumit bagi Lazio. Gol cepat Como hanya dua menit setelah kick-off langsung merusak rencana permainan.

Menurutnya, kebobolan terlalu dini melawan tim dengan organisasi permainan sebaik Como membuat segalanya menjadi jauh lebih sulit.

“Ketika Anda kebobolan setelah dua menit melawan tim seperti ini, pertandingan langsung menjadi problematis,” ujar Sarri dilansir dari Calciomercato.

Ia menilai babak pertama Lazio sebenarnya tidak seburuk yang tercermin di papan skor.

“Di babak pertama mereka hanya tiga kali masuk ke kotak penalti, tetapi kami kebobolan dua gol dan satu penalti. Pertanyaan yang harus diajukan adalah mengapa itu bisa terjadi,” lanjutnya.

Sarri juga menyoroti detail-detail krusial yang gagal dieksekusi dengan baik oleh timnya.

Ia menyebut Lazio kebobolan dari situasi yang sebenarnya sudah dipersiapkan sepanjang pekan latihan.

Baca Juga:Jelang Laga Lawan Arsenal, Lautaro Disindir Cuma Jago Lawan Tim KecilMedia Italia Ungkap Penyebab Pemain AC Milan Berlari untuk Rayakan Gol Perdana Fullkrug

Di sisi lain, Lazio sempat memiliki peluang untuk bangkit. Pada skor 0-1, Cancellieri mendapat kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan, begitu pula Zaccagni saat skor masih 0-2.

Namun kegagalan memanfaatkan peluang itu menjadi titik balik.

“Setelah gol ketiga, pertandingan bagi kami praktis selesai. Mereka semakin menguasai bola dan kami kehilangan kontrol. Harus diakui, kualitas teknis mereka lebih baik dari kami,” kata Sarri dengan jujur.

Kekalahan ini datang di tengah situasi sulit yang dihadapi Lazio, mulai dari bursa transfer hingga badai cedera.

Ketika ditanya apakah kondisi tersebut menyulitkan persiapan tim dan menghambat adaptasi pemain baru, Sarri tidak menampik adanya tantangan besar. Namun ia menolak menjadikannya sebagai alasan.

“Kesulitan memang banyak, tapi kalau semuanya dijadikan alibi, kita tidak akan ke mana-mana,” tegasnya.

0 Komentar