“Saya titip ke Wakil Gubernur dan bupati kawal program Presiden baik MBG, CKG dan sekolah rakyat dikawal dengan benar,” ujarnya.
Menurut Gibran, pesantren dan santri perlu mendapatkan perhatian khusus, apalagi saat ini sudah ada direktorat jenderal yang secara khusus mengurusi pesantren dan santri.
Ia menyebutkan, perusahaan swasta telah menyediakan kuota pelatihan AI dan robotik bagi 50 ribu santri di seluruh Indonesia dalam satu tahun, termasuk santri Ponpes Cipasung.
Baca Juga:Seberapa Menarik Media Sosial Kepala Daerah Menurut Warga? Ini Kata Mereka!Siapa Paling Populer? Adu Popularitas Kepala Daerah Priangan Timur di Media Sosial
“Kerjasama dengan swasta nanti seperti dari Microsoft dan perusahaan nanti harus membackup santri dan pesantren. Termasuk PRSI terkait pelatihan Robotik tetap dikawal,” paparnya.
Gibran mengapresiasi hasil pelatihan AI dan robotik di Ponpes Cipasung yang dinilainya sudah sangat baik. Ia berpesan agar teknologi seperti AI, ChatGPT, maupun robotik digunakan secara bijak dan bermanfaat.
“Teknologi baik AI, Chat GPT atau Robotik dipakai dengan baik, jangan dipakai tidak baik untuk mengedit foto tanpa seizin orang. Jadi buat yang berguna bagi lingkungan dan pesantren,” tegasnya.
“Terima kasih saya sudah disambut baik oleh pimpinan dan pengurus Ponpes Cipasung, santri dan pelatihan AI dan Robotik yang diberikan kepada santri bisa bermanfaat bagi pesantren kedepannya,” ungkap Gibran.
Selain itu, Gibran juga berharap ke depan persoalan sampah di setiap daerah dapat diselesaikan, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi energi listrik.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut mengapresiasi pelatihan AI dan robotik yang digelar di Pondok Pesantren Cipasung.
“Jadi terkait pesantren ini sudah ada Dirjen khusus yang membawahi pesantren, tinggal kita melakukan pemetaan, karena di Jawa Barat banyak pesantren, dan sudah ada keberpihakan kepada pesantren,” ungkap Erwan.
Baca Juga:Selalu Saling Menyapa!The Legend 2 & Studio 29: Tempat Orang Tasikmalaya Berhenti Sejenak!
Ia menilai pelatihan tersebut dapat menjadi percontohan bagi pesantren lain di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Kami pemerintah provinsi siap mengawal program pemerintah pusat termasuk dalam pelatihan AI dan Robotik bagi para santri di pesantren khususnya di Jawa Barat,” tambahnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH Ubaidillah Ruhiat, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres Gibran merupakan ajang silaturahmi sekaligus kunjungan kerja untuk meninjau hasil pelatihan AI dan robotik yang dipresentasikan santri.
