TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak lagi hanya dibicarakan di ruang kebijakan, tetapi mulai ditanam langsung di halaman sekolah.
Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis sekolah di Kabupaten Tasikmalaya melalui edukasi pertanian sejak usia dini.
Program ini menyasar pelajar sebagai aktor awal swasembada berkelanjutan, bukan sekadar penerima bantuan.
Baca Juga:Penggelapan Dana Pajak Rp824 Juta, Head Accounting Perusahaan Dilaporkan ke Polres Tasikmalaya KotaTelat Isi Pengajian, Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya Islah dengan Muhammadiyah di Masjid Al-Manar
YSPN menggabungkan praktik bercocok tanam dengan pembentukan karakter, mulai dari tanggung jawab, kemandirian, hingga literasi pangan dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, YSPN menyalurkan ribuan benih hortikultura ke sejumlah sekolah, di antaranya SDN Cijulangedeg Cikalong, SMPN 1 Cikalong, SMPN 2 Cikalong, dan SDN Kalapagenep.
Bantuan yang diberikan meliputi 5.600 benih cabai rawit, 3.200 benih cabai keriting, 4.800 benih terong, serta 4.800 benih tomat ceri, lengkap dengan sarana tanam.
Tak hanya itu, YSPN juga menyerahkan 22 kilogram benih padi varietas Bridantara kepada Bupati Tasikmalaya untuk mendukung penguatan pangan lokal.
Langkah ini sejalan dengan posisi strategis Tasikmalaya dalam sektor pertanian nasional.
Pada 2025, daerah ini mencatat capaian signifikan dengan meraih peringkat ketiga nasional dalam peningkatan produksi beras, sebagaimana diumumkan Presiden RI pada Panen Raya dan Deklarasi Swasembada Pangan Nasional.
Ketua Pengurus YSPN, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi pusat pembelajaran ketahanan pangan, bukan hanya lokasi penanaman simbolik.
Baca Juga:Wapres Gibran Blusukan Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hingga RSUD dan SMAN 2: Sayur Diborong, Copet BeraksiCyper Cup 2026 Dibuka, 58 Sekolah Ramaikan Turnamen Basket Pelajar Kota Tasikmalaya
“YSPN ingin memelopori pemberdayaan siswa melalui program berbasis sekolah. Tasikmalaya punya potensi pertanian kuat dan dukungan pemerintah daerah yang selaras dengan konsep swasembada pangan berbasis pendidikan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Program ini juga terintegrasi dengan peluncuran gerakan Tasik Hejo dan kampanye 1 Siswa 1 Pohon, yang menekankan keterkaitan antara ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin menyatakan, gerakan tersebut bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga upaya jangka panjang menjaga sumber mata air, kawasan lindung, serta membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Melalui kolaborasi ini, sekolah didorong menjadi laboratorium hidup ketahanan pangan—tempat siswa belajar menanam, merawat, dan memahami pangan sebagai kebutuhan strategis bangsa, bukan sekadar komoditas.
