Imin yang Bukan Gus Muhaemin!

Imin muhaemin
Imin Muhaemin, Inspektur Inspektorat Kota Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di Indonesia, nama Imin sudah telanjur punya bayangan besar.

Begitu disebut Imin, pikiran orang langsung melompat ke satu sosok: Cak Imin. Atau Gus Imin. Ketua Umum DPP PKB. Politikus nasional. Langganan baliho. Nama yang kalau diketik di Google, hasilnya berlapis-lapis.

Tapi di Kota Tasikmalaya, Imin itu bukan Cak Imin. Bukan pula Gus Imin. Imin di kota santri ini bernama lengkap Imin Muhaemin.

Baca Juga:Seberapa Menarik Media Sosial Kepala Daerah Menurut Warga? Ini Kata Mereka!Siapa Paling Populer? Adu Popularitas Kepala Daerah Priangan Timur di Media Sosial

Seorang birokrat. Tenang. Tidak politis. Tidak pernah berorasi. Tidak pula gemar tampil di panggung.

Namanya sama. Nasibnya tentu berbeda.

Imin Muhaemin baru saja mengalami apa yang oleh birokrasi disebut dengan bahasa halus: digeser.

Ia baru dilantik sebagai Kepala Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya pada 19 September 2024. Saat itu, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah mempercayakan jabatan tersebut kepadanya.

Jabatan yang tidak ringan. Mengurusi perempuan, anak, keluarga, dan pengendalian penduduk. Isu-isu yang sensitif. Juga rawan sorotan.

Namun waktu berjalan cepat di birokrasi.

Lebih cepat dari masa adaptasi. Belum genap setahun. Bahkan belum sempat publik benar-benar hafal siapa kepala dinasnya. Imin sudah berpindah ruangan. Dari dinas yang penuh data sosial, ke gedung yang penuh laporan pengawasan.

Ia ditarik ke Inspektorat. Karier Imin sebenarnya tidak meledak-ledak. Ia alumni Korps IPDN, jalur klasik birokrat daerah. Bekerja rapi. Naik perlahan. Tidak melompat-lompat. Tidak pula jatuh.

Ia pernah menjadi Kepala Bagian Organisasi. Lalu Kepala Bagian Humas di Setda Kota Tasikmalaya. Jabatan penting, tapi bukan jabatan yang membuat orang bertepuk tangan. Lebih banyak bekerja di balik meja. Mengatur. Menyusun. Menjelaskan.

Baca Juga:Selalu Saling Menyapa!The Legend 2 & Studio 29: Tempat Orang Tasikmalaya Berhenti Sejenak!

Banyak yang menyebut kiprahnya biasa-biasa saja. Tidak buruk. Tidak istimewa. Tapi cukup. Justru karena itulah namanya jarang disebut. Sampai akhirnya ia dipindahkan.

Kursi Inspektur Inspektorat Kota Tasikmalaya memang lama kosong. Hampir setahun. Sejak Budiaman Sanusi, inspektur sebelumnya, wafat pada Minggu, 19 Januari 2025. Kursi itu menunggu. Tidak bisa terlalu lama dibiarkan tanpa pemilik. Inspektorat adalah rem. Tanpa rem, kendaraan bisa melaju terlalu bebas.

Maka dicari orang. Bukan sembarang orang. Imin dipilih melalui jalur khusus. Alasannya sederhana, tapi menentukan: Ia memiliki sertifikat auditor.

0 Komentar