“Karena ketika sudah masuk LSM tersebut bisa menjadi rekam jejak cara pertanian organik ramah lingkungan. Sebab, perjalanan mulai pupuk organiknya diambil dari mana, benih dari mana, tempat sawah di mana, bisa laporan hasilnya dapat jelas, sebelum mendapatkan sertifikat organik,” ujarnya.
Selain padi, pertanian organik juga diarahkan untuk komoditas lain seperti pisang dan cabai. “Kita itu berusaha untuk menambah nilai tambah atau edit velue dari sebuah tidak berguna (pemanfaatan pupuk organik dari kotoran hewan atau pupuk cair dari tumbuhan, red),” katanya.
Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial untuk mendukung ketahanan pangan dan memperluas edukasi pertanian organik kepada masyarakat. “Karena masyarakat butuh informasi dengan pengalaman riil atau nyata, bahwa melaksanakan pertanian organik,” ujarnya.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Dalam rangka memuliakan tanah dan memperkuat keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah melaksanakan Training of Trainers (ToT) Pertanian Organik bagi 15 orang. “Mereka nantinya dijadikan calon fasilitator pertanian organik,” katanya.
Sementara itu, Pendamping Pertanian Organik Ciamis, Yosep Kurniadi, menjelaskan panen saat ini merupakan hasil dari Sekolah Lapangan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan 2025 yang diikuti 35 peserta. Namun, baru sembilan orang yang siap menerapkan hasil pelatihan secara penuh.
“Laboratorium penanaman pertanian sehat dengan proses organik ada seluas lahan 430 bata dan dengan hasil panen ada 4,3 ton. Dengan hitungan panen saat ini Rata-rata produktivitas 7,3 ton per hektare atau satu ton per 100 bata,” ujarnya.
Ia menambahkan, panen pertama dengan proses organik terbukti lebih menguntungkan dibandingkan nonorganik, baik dari sisi hasil maupun biaya produksi. Penggunaan benih dan pupuk menjadi lebih efisien karena sebagian besar dapat diproduksi sendiri oleh petani.
“Penggunaan padi proses organik bisa efisien, penggunaan pupuk pun dibuat sendiri, baik pupuk cair dan padatnya, obat hama organik dibuat sendiri. Dengan begitu, petani tidak ketergantungan pupuk atau obat-obatan dengan kimia,” katanya. (riz)
