RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia Andrea Longoni memberikan analisis tajam mengenai perkembangan AC Milan di bawah Massimiliano Allegri.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, ia menilai kehadiran Niclas Fullkrug bisa menjadi kunci untuk mengangkat kembali performa dua bintang Rossoneri: Rafael Leao dan Christian Pulisic.
Milan saat ini tengah melaju kencang di Serie A, bahkan mencatat capaian yang jauh lebih baik dibanding musim lalu.
Baca Juga:Jelang Laga Lawan Arsenal, Lautaro Disindir Cuma Jago Lawan Tim KecilMedia Italia Ungkap Penyebab Pemain AC Milan Berlari untuk Rayakan Gol Perdana Fullkrug
Longoni menyoroti fakta penting: Rossoneri unggul 15 poin lebih banyak dibanding periode yang sama musim sebelumnya.
Angka tersebut, menurutnya, sudah cukup untuk menegaskan kualitas tim, arah taktik Allegri, dan kerja keras staf pelatih.
“Lima belas poin itu sebuah mahakarya,” ujarnya, menambahkan bahwa perebutan gelar juara tetap hidup berkat Milan yang mampu menahan laju Inter.
Laga terakhir di San Siro menjadi bukti nyata kemajuan tersebut. Milan tampil dominan saat menaklukkan Lecce, dan kemenangan itu membuat mereka tetap mantap di papan atas klasemen.
Bahkan para pengamat yang sempat meragukan Rossoneri harus mengakui permainan meyakinkan Allegri dan anak asuhnya.
Namun, fokus utama Longoni jatuh pada peran No.9 baru Milan. Ia menilai kehadiran Fullkrug mengubah dinamika permainan secara mendasar.
Beberapa musim terakhir, Milan seperti kehilangan figur target man yang mampu menjadi titik tumpu. Dengan Fullkrug, persoalan itu kini terjawab.
Baca Juga:Duetnya Bersama Dybala Dapat Pujian dari Media Italia, Ini Syarat AS Roma Permanenkan Malen dari Aston VillaJurnalis Italia: Fullkrug Solusi AC Milan Hadapi Tim Papan Bawah
Gol sang striker melawan Lecce menjadi contoh klasik dari penyerang tengah sejati: bergerak mendahului bek, lompat mencari ruang, dan menuntaskan momen dengan insting tajam.
Longoni juga menekankan kontribusi Saelemaekers yang mengirimkan umpan matang usai mengontrol bola dari Gabbia, menunjukkan koneksi yang kian solid antar lini.
Fullkrug bukan hanya mencetak gol.
Ia juga membuka jalur permainan baru—mengisi kotak penalti, meregangkan pertahanan lawan, dan menjadi titik acuan yang memudahkan pemain seperti Leao dan Pulisic mencari posisi bebas.
Longoni mengingatkan momen di Florence, ketika sang striker memberikan assist emas untuk Pulisic dalam situasi krusial.
Dampak Fullkrug disebut semakin mengesankan jika mempertimbangkan kondisi fisiknya yang belum 100 persen.
