BANJAR, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar tak mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tahun 2026. Hal itu lantaran adanya efisien anggaran.
“Untuk tahun 2026, saat ini kita (Pemkot Banjar) tidak mendapatkan DAK untuk SPAM. Sedangkan di tahun 2025 kita mendapatkan DAK untuk pembangunan SPAM, di enam lokasi,” ucap Kepala Bidang Ciptakarya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Banjar Mustolih, Minggu (18/1/2026).
Dia menjelaskan, tahun 2025 dari enam lokasi, terdiri dari tiga lokasi SPAM perkotaan yakni perluasan jaringan perpipaan dan sambungan rumah dan tiga lokasi SPAM pedesaan untuk sumur bor.
Baca Juga:Pasar Terbesar di Priangan Timur Pun Kini Menangis, Kadis Baru yang Ragu Terkena Debu!Edufair 2026 MAN 1 Tasikmalaya Hadirkan 21 Kampus dan Alumni Inspiratif
Kata dia, SPAM perkotaan atau perluasan jaringan perpipaan, dan SR (sambungan rumah) milik PDAM (Perumdam Tirta Anom Kota Banjar) tergantung usulan.
Hal itu dilakukan dengan mengikuti bussiness plan (rencana bisnis) Perumdam Tirta Anom Kota Banjar. “Di tahun 2025 kemarin SPAM Purwaharja ada 106 SR (sambungan rumah) yang terpasang, SPAM Binangun188 SR dan SPAM Langgensari 256 SR,” jelasnya.
Sedangkan SPAM pedesaan atau sumur bor tergantung dari debit yang didapat dan cakupan wilayah masyarakat di sekitar lokasi yang akan dibangun sumur bor. Tahun 2025 ada SPAM Pataruman sebanyak 80 SR, SPAM Karyamukti 71 SR dan SPAM Batulawang 80-an SR.
“Untuk usulan DAK sebenarnya setiap tahun kita sudah menyiapkan dan kita usulkan. Tapi di tahun 2026 kita tidak mendapatkan anggaran DAK untuk SPAM,” tegasnya kembali.
Terpisah, Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah optimis dapat memberikan layanan air bersih lebih baik kepada masyarakat meski tak dapat DAK.
“Iya betul tidak dapat bantuan DAK dari pusat untuk tahun 2026 ini. Kita akan memaksimalkan pelayanan melalui dukungan infrastruktur dari BBWS Citanduy,” ungkapnya.
Pihaknya akan mendapatkan program penambahan debit air atau pembangunan intake dari BBWS Citanduy. Pembangunan infrastruktur intake baru tersebut akan memiliki dampak signifikan terhadap pelayanan distribusi air bersih di Kota Banjar.
Baca Juga:Wahid yang Satu Itu!Gelar Rakernas II, Himpunan Pengusaha Persis Teguhkan Tata Kelola Membangun Kemandirian Ekonomi Jamiyah
Kapasitasnya diperkirakan mencapai 40 liter per detik, yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak 3.500 pelanggan baru (masyarakat).
