Masjid Al-Manar Muhamaddiyah Menunggu, Pemerintah Kota Tasikmalaya Kembali Terlambat!

ketidakhadiran wali kota Tasikmalaya di pengajian Muhammadiyah
Kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya di Masjid Al-Manar Jalan HZ Mustofa, Senin (19/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di Masjid Al-Manar, HZ Mustofa, Ahad pagi itu, kursi sudah disiapkan. Pengajian berjalan seperti biasa. Jamaah datang. Mimbar siap. Mikrofon menyala. Semua rapi. Yang tidak rapi hanya satu hal: waktu.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi tidak hadir. Sebenarnya ada disposisi. Secara administratif, kehadiran itu “ada”. Nama tercatat. Tugas dilimpahkan. Namun tubuhnya datang terlambat—sangat terlambat. Pengajian sudah selesai.

Seperti janji yang datang setelah pintu ditutup. Polemik pun memanjang. Bukan karena Muhammadiyah ingin diperlakukan istimewa. Bukan pula karena ingin kursi kehormatan. Tapi karena ada satu hal yang terasa hilang: komunikasi.

Baca Juga:Ketika Muhammadiyah Merasa Tak Disapa Pemerintah Kota Tasikmalaya!Kabag Kesra Kota Tasikmalaya Telat Datang, Terlambat Menjelaskan! 

Minggu (18/1/2026) itu, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya menunggu. Jamaah menunggu. Bahkan waktu pun ikut menunggu. Namun jarum jam terus berjalan, tanpa kehadiran yang dinanti.

Akhirnya pengajian tetap dimulai. Ada pimpinan yang naik ke mimbar. Pengajian tidak boleh berhenti hanya karena satu kursi kosong. Namun rasa itu tertinggal.

Senin siang (19/1/2026), harapan sempat tumbuh kembali. Akan ada pertemuan klarifikasi dan silaturahmi. Tempatnya jelas: Kantor PDM Masjid Al-Manar. Waktunya pun tegas: pukul 13.00 WIB.

Pengurus sudah hadir sejak siang. Duduk. Menunggu. Jam berdetak lagi. Pukul 13.30 WIB, yang datang justru kabar pembatalan. Kosong lagi.

Wakil Ketua PDM Kota Tasikmalaya, Irman Nurmansyah, menyederhanakan semuanya. Menurutnya, ini bukan soal protokol, bukan pula soal siapa yang lebih penting.

“Persoalan ini sederhana, komunikasi dan kehadiran. Tapi justru dua hal itu yang tidak ada,” ujarnya.

Ia tidak marah. Nada bicaranya bahkan datar. Tapi justru di situlah terasa getirnya.

Baca Juga:Modus Numpang Buang Sampah, Motor Warga Kota Tasikmalaya Dibawa Kabur Orang Tak DikenalMusda V PUI Kota Tasikmalaya Soroti Penertiban Wakaf dan Pentingnya Kekokohan Integritas

“Kalau dari awal ada komunikasi, kami paham. Tapi ini menunggu sampai lewat jam enam, tidak hadir, lalu tidak ada kabar. Hari ini pun tidak datang. Ya kami harus menafsirkan apa?” katanya.

Ukuran penting atau tidak, kata Irman, sesungguhnya mudah. “Kalau dianggap penting, pasti dihadiri. Sekalipun sibuk,” ucapnya, tanpa berputar-putar.

Sekretaris PDM Kota Tasikmalaya, Asep Rahmat, menambahkan dari sisi institusi. Muhammadiyah, katanya, tidak reaktif. Prosedur ditempuh. Etika dijaga.Undangan resmi kepada Wali Kota Tasikmalaya sudah dikirim sejak 30 Desember 2025.

0 Komentar