Ketika Muhammadiyah Merasa Tak Disapa Pemerintah Kota Tasikmalaya!

ketidakhadiran wali kota Tasikmalaya di pengajian Muhammadiyah
Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kota Tasikmalaya, Irfan Ramdani. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Pengajian, menurutnya, bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari syiar Islam dan pembinaan umat —ruang strategis yang berkontribusi menjaga keharmonisan sosial dan spiritual masyarakat Kota Tasikmalaya.

“Kami menyayangkan ketidakhadiran wali kota Tasikmalaya dalam acara pengajian yang diselenggarakan ormas Islam. Terlebih tidak ada perwakilan resmi yang ditugaskan dari pemerintah,” jelasnya.

FOKAL IMM Kota Tasikmalaya berharap ke depan pemerintah daerah lebih hadir, baik secara langsung maupun melalui utusan resmi, sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya membangun sinergi dengan elemen umat.

Baca Juga:Kabag Kesra Kota Tasikmalaya Telat Datang, Terlambat Menjelaskan! Modus Numpang Buang Sampah, Motor Warga Kota Tasikmalaya Dibawa Kabur Orang Tak Dikenal

Lebih jauh, Irfan mencatat bahwa peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Dalam catatan mereka, wali kota sudah dua kali tidak hadir dalam kegiatan Muhammadiyah.

Ironisnya, pada agenda Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, wali kota justru memilih hadir melalui perwakilan.

“Kami mencatat sudah dua kali wali kota tidak hadir dalam acara organisasi Muhammadiyah. Namun pada acara Musypimda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, wali kota justru diwakilkan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Irfan melontarkan pertanyaan bernada satir yang kini bergema di ruang publik, menunggu jawaban yang tak kunjung datang.

“Ada salah apa warga Muhammadiyah terhadap wali kota?” pungkasnya. (rezza rizaldi)

0 Komentar