Gol tersebut bukan hanya pelepas tekanan, tetapi juga validasi atas etos kerja Fullkrug.
Sejak hari pertama, ia dikenal tiba paling awal di Milanello dan pulang paling akhir dan rela bermain sambil menahan rasa sakit di jari kakinya yang retak.
Maka tidak heran rekan setim berlari merayakan golnya seperti kemenangan final—bukti ia telah diterima sepenuhnya di ruang ganti.
Baca Juga:Adani Sanjung Alexis Saelemaekers: “Ia Bermain Seperti Cafu di Era Kejayaan AC Milan”Malen Tampil Garang Bersama AS Roma, Fans Aston Villa Ngamuk di Media Sosial Usai
Longo menutup analisanya dengan satu kalimat tajam: “Jika ini Fullkrug yang didapat Milan seharga €5 juta, maka itu adalah salah satu bisnis terbaik musim ini.”
Jika melihat caranya membuka jalan dalam laga-laga sulit melawan tim papan bawah seperti Lecce, tampaknya Rossoneri akhirnya menemukan striker yang bisa memecahkan kebuntuan dalam pertandingan yang kerap menjadi batu sandungan musim ini.
