RADARTASIK.ID – Niclas Fullkrug semakin menegaskan dirinya sebagai jawaban bagi AC Milan saat menghadapi tim papan bawah.
Jurnalis senior Italia, Daniele Longo, dalam kolom editorialnya di Calciomercato, menyebut striker Jerman itu “solusi ideal” bagi Rossoneri yang belakangan tampil lebih matang dan efektif.
Kemenangan tipis 1-0 Milan atas Lecce di San Siro pada pekan ke-21 memang terlihat sederhana dari papan skor.
Baca Juga:Adani Sanjung Alexis Saelemaekers: “Ia Bermain Seperti Cafu di Era Kejayaan AC Milan”Malen Tampil Garang Bersama AS Roma, Fans Aston Villa Ngamuk di Media Sosial Usai
Namun Longo menilai hasil tersebut sama sekali tidak dicapai secara kebetulan.
“Milan bermain baik di dua fase permainan, menghasilkan banyak peluang dan menunjukkan kualitas individu luar biasa,” tulisnya.
Ia juga memuji penampilan Ardon Jashari yang mengendalikan ritme permainan, meski pada akhirnya, kemenangan dipastikan berkat sundulan Fullkrug yang masuk dari bangku cadangan.
Longo lalu mengulas data menarik dari Opta: Milan kini menapak 20 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di semua kompetisi, rekor yang belum pernah terjadi sejak era keemasan Fabio Capello.
Saat itu, di musim 1992/93–1993/94, Rossoneri mencatat 23 laga tak terkalahkan (17 menang, 6 imbang).
Menurut Longo, kekuatan terbesar Milan saat ini bersama Massimiliano Allegri terletak pada kematangan taktikal.
Jika tidak bisa menang, Milan memastikan mereka tidak kalah, mentalitas klasik tim besar yang semakin terlihat musim ini.
Baca Juga:Siapa Wilfried Singo? Bek Eks Torino yang Ditawarkan ke Inter untuk Gantikan DumfriesDebut Langsung Cetak Gol, Donyell Malen Pukau Fans dan Pemain di Bangku Cadangan AS Roma
“Ketika mereka melihat ruang serangan tertutup, mereka berhenti memaksakan diri dan bertahan dengan organisasi tingkat tinggi,” tulisnya.
Meski masalah melawan tim-tim kecil belum sepenuhnya hilang, Longo merasa Milan menunjukkan progres signifikan.
Kekalahan dari Como sempat memunculkan keraguan, namun kemenangan atas Lecce membuktikan Milan belajar cepat.
Ia menekankan jika bukan karena performa spektakuler kiper Lecce, Wladimiro Falcone, skor mungkin tidak berhenti di 1-0.
Longo tak lupa memuji penampilan Fullkrug yang didatangkan dari West Ham dengan total nilai transfer €5 juta (sekitar Rp85 miliar) dan menunjukkan mengapa ia dibawa ke Milanello.
Ia bukan hanya pencetak gol. Ia menahan bola, membuka ruang, mengalirkan permainan, dan memberi waktu bagi tim untuk mengatur ulang serangan.
Melawan tim papan bawah seperti Lecce, kualitas Fullkrug berpuncak pada satu momen penentu: pergerakan sempurna di dalam kotak penalti dan sundulan keras menyambut umpan silang Alexis Saelemaekers.
