Terkait lima anggota TP PKK yang lebih dulu mundur, Elvira mengakui adanya pergantian personel.
Namun ia menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam organisasi sosial yang berbasis pengabdian.
“Kalau bongkar pasang mah wajar. Dari awal-awal juga ada yang keluar karena kondisi kesehatan, ada juga yang harus mengurus orang tuanya yang sakit,” ujarnya.
Baca Juga:Besok Kunjungan Perdana Wapres Gibran ke Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk hingga RSUD Jadi PerhatianKarcis Jadi Bukti atau Sekadar Aksesori? DPRD Kota Tasikmalaya Minta Parkir Tak Setengah Jalan
Salah satunya, kata Elvira, adalah istri Kepala Dinas Pendidikan yang memilih fokus merawat orang tua.
Ia memastikan tidak ada konflik internal dan pintu untuk kembali selalu terbuka.
Mencuatnya kabar pengunduran diri Rani juga menyeret spekulasi hubungan antara Wali Kota Tasikmalaya, Wakil Wali Kota, dan Elvira sendiri.
Isu politik pun ikut diseret-seret, seolah PKK tak lagi sekadar urusan sosial. Elvira membantah keras anggapan tersebut.
Ia menegaskan komunikasi tetap berjalan normal, bahkan hubungan personal tetap cair.
“Menurut saya baik-baik saja. Komunikasi masih jalan. Bu Rani juga masih kontak saya, enggak ada masalah. Masih suka ngopi bareng juga,” katanya, meredam isu yang terlanjur bergulir.
Di tengah riuh isu internal, Elvira memastikan program TP PKK Kota Tasikmalaya tetap melaju.
Baca Juga:Bukan Ngopi Basa-basi, Kajari Wanti-wanti Pembangunan di Kota Tasikmalaya Harus RESIKMasjid Al-Manar Muhamaddiyah Menunggu, Pemerintah Kota Tasikmalaya Kembali Terlambat!
Tidak ada revisi besar, justru intensitas kegiatan meningkat seiring penambahan kampung binaan.
Tahun ini, PKK memprioritaskan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya kasus kekerasan seksual.
“Fokus kita edukasi pencegahan. Mudah-mudahan bisa lebih gas ke sana,” pungkasnya. (ayu sabrina barokah)
