Bukan Politik! Ketua PKK Kota Tasikmalaya Tahan Surat Pengunduran Diri Istri Diky Candra

Ketua PKK Kota Tasikmalaya tahan surat pengunduran diri
Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr Elvira Kamarrow Putri, saat diwawancara usai menghadiri pelantikan beberapa pejabat tinggi di Bale Kota Tasikmalaya. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Polemik di tubuh Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tasikmalaya mencuat bukan karena program, melainkan soal surat mundur yang tak kunjung dilepas.

Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr Elvira Kamarrow Putri, menegaskan sikapnya: pengunduran diri Rani Permayani, istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, tidak disetujui.

Elvira memastikan isu tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan dinamika politik ataupun gosip renggangnya hubungan di lingkar pimpinan daerah.

Baca Juga:Besok Kunjungan Perdana Wapres Gibran ke Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk hingga RSUD Jadi PerhatianKarcis Jadi Bukti atau Sekadar Aksesori? DPRD Kota Tasikmalaya Minta Parkir Tak Setengah Jalan

Ia menyebut persoalan ini lebih pada urusan kesehatan, bukan tarik-menarik kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan Elvira menyusul beredarnya kabar bahwa Rani telah mengajukan surat pengunduran diri, bahkan disusul lima anggota TP PKK lainnya yang lebih dulu keluar.

Situasi tersebut sempat dikaitkan dengan spekulasi hubungan antara Wali Kota Tasikmalaya, Wakil Wali Kota, dan Elvira yang disebut-sebut mulai merenggang.

Elvira mengungkapkan, keinginan Rani untuk mundur sebenarnya sudah disampaikan sekitar lima bulan lalu.

Namun, ia memilih menahan surat tersebut dengan alasan kondisi kesehatan Rani yang tengah menjalani pengobatan rutin ke Purwakarta.

“Lima bulan lalu beliau bilang mau mengundurkan diri. Karena Teteh (panggilan akrab Rani, Red) bolak-balik pengobatan ke Purwakarta, jadi saya tahan-tahan. Saya bilang izin saja dulu, cuti lah. Pokoknya kalau mau berobat silakan,” ujar Elvira saat diwawancarai di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, aktivitas PKK Kota Tasikmalaya saat ini cukup padat.

Kondisi kesehatan anggota menjadi faktor penting agar roda organisasi tetap berjalan tanpa dipaksakan.

Baca Juga:Bukan Ngopi Basa-basi, Kajari Wanti-wanti Pembangunan di Kota Tasikmalaya Harus RESIKMasjid Al-Manar Muhamaddiyah Menunggu, Pemerintah Kota Tasikmalaya Kembali Terlambat!

“Keluhan kesehatannya hampir tiap bulan kambuh. Kalau dipaksakan juga kasihan,” katanya.

Elvira menegaskan, secara administratif Rani masih tercantum dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan TP PKK.

Ia memastikan tidak pernah menyetujui pengunduran diri secara resmi.

“Saya bilang enggak ada keluar ya, cuma izin saja. Kalau nanti sudah enakan, masuk lagi enggak apa-apa. Jadi tetap masih ada di SK, tidak perlu keluar,” tegasnya.

Sikap tersebut diambil agar Rani memiliki ruang untuk kembali aktif tanpa harus melalui proses bongkar-pasang administrasi yang menurut Elvira justru akan merepotkan.

0 Komentar