Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyambut baik pendekatan pencegahan yang dikedepankan Kejari.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi, fraud, dan penyimpangan memang harus dimulai sebelum terlambat.
“Sudah satu frame, sudah sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Kejari,” tutur Viman.
Baca Juga:Masjid Al-Manar Muhamaddiyah Menunggu, Pemerintah Kota Tasikmalaya Kembali Terlambat!Ketika Muhammadiyah Merasa Tak Disapa Pemerintah Kota Tasikmalaya!
Ia menyebut Inspektorat dan seluruh stakeholder Pemkot akan diperkuat untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi masalah sejak dini.
Prinsipnya, setiap rupiah APBD harus berdampak langsung kepada masyarakat.
“Jangan sampai arahnya ke kuratif. Pencegahan, promotif, itu kompasnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Viman juga menyinggung pekerjaan rumah besar Pemkot, salah satunya pembangunan rumah sakit yang mangkrak.
Ia menyebut penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi lintas pemerintah, baik provinsi maupun pusat, dengan Kejari sebagai pengarah agar prosesnya tetap berada di jalur hukum.
Ngopi pagi itu pun menjadi penanda. Di Kota Tasikmalaya, kopi bukan sekadar penghangat obrolan, tapi pengingat: bersih itu lebih murah daripada ribut di belakang. (rezza rizaldi)
