Ia mengenang pendiri Pesantren Ansoriyah, almarhum KH Nana Sundjana, yang dikenal sebagai kader aktif Ansor dan pernah menjabat Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bojonggambir.
“Hubungan Ansor dan Ansoriyah sudah terjalin sejak lama. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Pesantren ini akan selalu terbuka untuk kegiatan Ansor dan Banser,” ungkap Aang Ari Hilman.
Dengan ditutupnya Diklatsar ke-8 ini, Banser Kabupaten Tasikmalaya kembali menambah kekuatan barisan kadernya. Kehadiran 99 anggota baru tersebut diharapkan mampu memperkokoh peran Banser dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjawab tantangan sosial di tengah dinamika zaman. (ujg)
