BANJAR, RADARTASIK.ID – Kontainer pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar yang bolong dikeluhkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar pun akan berupaya menyiasatinya.
Wali Kota Banjar H Sudarsono mengatakan, terkait kontainer atau pengangkut sampah yang bolong solusi untuk sementara ditutup terpal.
“Akibat efisiensi (anggaran) belum bisa membeli (kontainer pengangkut sampah) yang baru, kita memaksimal kontainer yang ada,” ucapnya, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga:Pasar Terbesar di Priangan Timur Pun Kini Menangis, Kadis Baru yang Ragu Terkena Debu!Edufair 2026 MAN 1 Tasikmalaya Hadirkan 21 Kampus dan Alumni Inspiratif
Menurut orang nomor satu di Kota Banjar itu, pemeliharaan kendaraan maupun kontainer terbatas. Namun dia akan berupaya mencari jalan keluarnya.
Solusi untuk sementara, kontainer yang bolong sesuai kemampuan akan ditutup ketika kirim sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir).
Jangan sampai sampah yang sudah diangkut, berserakan atau berceceran di jalan.
“Ke depan kita berharap kepada lembaga, istitusi hingga perusahaan besar, agar memiliki kontainer sampah sendiri (masing-masing),” terangnya.
Hal tersebut dilakukan supaya sampah dari lembaga atau lainnya tidak lagi mengandalkan kontainer dari pemerintah.
Dengan kemandirian itu, diharapkan dapat membantu dan menekan sampah yang akan dibuang ke TPA menggunakan kontainer rusak atau bolong.
“Surat permohonan bantuan bukan hanya ke provinsi, tapi ke pemerintah pusat juga kita lakukan. Sampai hari ini belum ada jawaban kepastian bantuan (kontainer),” ujarnya.
Baca Juga:Wahid yang Satu Itu!Gelar Rakernas II, Himpunan Pengusaha Persis Teguhkan Tata Kelola Membangun Kemandirian Ekonomi Jamiyah
Diberitakan sebelumnya, warga di Desa Jajawar Kecamatan Banjar mengeluhkan kendaraan operasional pengangkut sampah.
“Truk pengangkut sampah, saat melintas di jalan lingkungan sampah yang diangkut pada berceceran karena bak-nya (kontainer) pada bocor,” ucap salah seorang warga Jajawar, Martin Rabu (14/1/2026).
Pihaknya mengaku miris dengan kondisi tersebut. “Atuh minimal diperbaiki itu yang bocor, supaya sampah yang diangkut tidak berceceran lagi di jalan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan jumlah kontainer pengangkut sampah ada 46 unit.
“Kontainer yang kondisinya baik (tidak rusak) ada 22 unit, rusak ringan ada 15 unit dan rusak berat (pada bocor) ada 8 unit,” jelasnya.
Diakuinya, meningkatnya produksi sampah tidak diimbangi dengan jumlah kontainer yang masih tetap. Sementara, terkait kontainer yang alami kerusakan (bocor) diakibatkan oleh berbagai zat yang menyebabkan korosi. (Anto Sugiarto)
