Perkuat Peran, Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya Bertransformasi Jadi Pesantren Tasawuf Mendunia

Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya
Pimpinan dan pengurus Pesantren Idrisiyyah bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan undangan saat membuka kegiatan Kick Off Transformasi Pendidikan di Pondok Pesantren Idrisiyyah, Sabtu (17/1/2026). (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

Seiring dengan penguatan pendidikan, Pesantren Idrisiyyah juga mengembangkan unit usaha strategis melalui Idrisiyyah Tour and Travel sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pesantren.

Direktur PT Idrisiyyah Tour and Travel, Ustadz Sandra Yusuf, menjelaskan bahwa lembaga bimbingan umrah dan haji tersebut telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah.

Menurut Sandra, Idrisiyyah Tour and Travel tidak semata-mata berorientasi bisnis, melainkan hadir sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

“Kalau melihat dari sisi potensi kan hari ini Indonesia termasuk yang paling besar jemaah haji dan umrahnya,” terang Sandra.

Terlebih Jawa Barat yang menyumbang sepertiga kuota nasional jemaah haji dan umrah Indonesia.

“Sehingga kehadiran kita dalam program haji dan umrah itu sangat penting sekali selain potensinya besar, masalahnya pun besar. Maka kami Idrisiyyah hadir dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah ini,” paparnya.

Sandra menambahkan, dalam penyelenggaraan ibadah tersebut Idrisiyyah menghadirkan konsep Bukan Umrah Biasa.

“Di mana sebagai misi kita, sebagai basic dari pondok pesantren yang berbasis Tasawuf, di mana umrah menjadi momentum untuk proses peningkatan spiritual bagi para jamaah,” ungkap dia.

Dalam program ini, jamaah tidak hanya menjalankan ibadah ke Baitullah, tetapi juga dibimbing secara spiritual dengan pendekatan tasawuf, sehingga perjalanan ibadah bermuara pada kedekatan hati dengan Allah SWT sebagai pemilik Baitullah.

“Dan ada program lainnya nyantri di Tanah Suci. Dengan kegiatan yang dilakukan para jamaah itu layaknya santri dari bangun tidur, umrah, tour, kajian, tahsin, tadarus, dan lainnya,” paparnya.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Adapun biaya perjalanan umrah ditawarkan dengan harga terjangkau bagi masyarakat Tasikmalaya, dengan tarif terendah mulai Rp 26 juta, disesuaikan dengan fasilitas yang wajar dan proporsional. (dik)

0 Komentar