TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya terus melangkah memperkuat perannya sebagai pesantren berbasis tasawuf yang maju, unggul, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Transformasi Pendidikan Pesantren Idrisiyyah yang digelar Sabtu (17/1/2026).
Transformasi ini diarahkan untuk menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan jati diri spiritual pesantren. Langkah tersebut sekaligus menjadi refleksi dan dorongan agar Pesantren Idrisiyyah mampu berkontribusi nyata menghadirkan pesantren unggulan di tingkat nasional.
Mudir Pesantren Pria Ponpes Al-Idrisiyyah, Ust Deden Hidayatullah, menyampaikan bahwa transformasi ini dilandasi oleh realitas persaingan mutu pesantren di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Pesantren Idrisiyyah menargetkan pada tahun 2028 mampu meraih pengakuan sebagai pesantren terbaik nasional. Saat ini, di Jawa Barat terdapat lebih dari 13.000 pesantren.
“Namun dalam ajang Pesantren Award Kementerian Agama RI, hanya tiga pesantren yang masuk nominasi finalis terbaik, dan hanya satu yang berasal dari Jawa Barat,” ungkap Deden.
Menurutnya, transformasi dilakukan melalui pembaruan kurikulum berbasis tasawuf yang adaptif dan terintegrasi secara nasional, disertai penguatan budaya pesantren melalui rukun tarbiyah 5M, yakni Mujāhadah (kesungguhan), Mudāwamah (konsistensi), Mutāba‘ah (keteladanan), Musāmaḥah (toleransi), dan Murāqabah (kesadaran spiritual).
Selain penguatan nilai, Pesantren Idrisiyyah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sarana prasarana. Upaya tersebut meliputi peningkatan kompetensi pendidik, modernisasi laboratorium, serta penguatan fasilitas praktik pembelajaran.
Jalur pendidikan vokasi turut diperkuat agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. Sebagai bentuk inovasi, Pesantren Idrisiyyah menghadirkan lima kelas pemodelan berbasis minat dan bakat.
Yakni Model IIK dan Riset, Tahfidz dan Sains, Bahasa dan Sosial, Akuntansi dan Keuangan, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Model ini dirancang untuk mengembangkan potensi santri secara holistik—spiritual, intelektual, dan profesional.
“Melalui transformasi ini, Pesantren Idrisiyyah menegaskan komitmennya untuk menjadi pesantren rujukan yang kokoh dalam nilai tasawuf, unggul dalam kualitas pendidikan, dan siap berkiprah di tingkat nasional maupun global,” tambah Deden.
