TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pasar Cikurubuk merupakan Pasar terbesar di Priangan Timur. Besar sekali. Ribuan kios berdiri rapi. Angkanya sekitar 2.770 kios. Tapi lebih dari separuhnya kosong. Sunyi. Terkunci. Berdebu.
Seperti ditinggal pemiliknya pergi jauh. Sangat jauh. Ini ironis. Pasar sebesar ini. Lokasinya strategis. Di jantung Kota Tasikmalaya. Tapi denyutnya melemah. Nafas ekonominya pendek. Tidak berisik seperti pasar seharusnya.
Di sinilah peran Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tasikmalaya diuji.
Baca Juga:Edufair 2026 MAN 1 Tasikmalaya Hadirkan 21 Kampus dan Alumni InspiratifWahid yang Satu Itu!
Kini dinas itu punya nakhoda baru. Namanya Sofian Zainal Mutaqien. Ada juga yang menyebut Sofyan. Sama saja. Orangnya satu.
Baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Dinas KUMKM Indag. Hasil manajemen talenta.
Maka Pasar Cikurubuk seharusnya jadi laboratorium pertama. Ujian awal. Tes kelayakan.
Sebab menjadi kadis bukan sekadar duduk di kursi empuk. Bukan hanya memindahkan tanda tangan. Tapi menghidupkan sesuatu yang nyaris mati.
Pasar bukan hanya bangunan. Pasar adalah perputaran harapan. Kalau kios-kios kosong itu dibiarkan, maka yang mati bukan hanya lapak. Tapi UMKM. Pedagang kecil. Rantai ekonomi rakyat.
Kadis baru idealnya datang dengan ide segar. Dengan keberanian. Dengan terobosan. Bukan gaya aman. Bukan ABS—asal bapak senang.
Pasar Cikurubuk perlu lebih dari sekadar wacana. Perlu langkah nyata. Konkret. Terukur. Entah revitalisasi manajemen, penataan ulang zonasi, insentif bagi pedagang, kolaborasi digital, atau terobosan lain yang terasa denyutnya.
Baca Juga:Gelar Rakernas II, Himpunan Pengusaha Persis Teguhkan Tata Kelola Membangun Kemandirian Ekonomi JamiyahMohamad Zen Husnudzon!
Dua bulan cukup untuk membaca masalah. Bulan-bulan berikutnya adalah waktu bertindak. Publik menunggu. Pedagang menunggu. Kios-kios kosong itu pun menunggu.
Apakah Kadis baru hanya akan mencatat sunyi itu dalam laporan? Atau mengubahnya menjadi riuh kembali? Kita tunggu. Pasar sebesar ini terlalu mahal jika dibiarkan sepi. (red)
