Musda V PUI Kota Tasikmalaya Soroti Penertiban Wakaf dan Pentingnya Kekokohan Integritas

Musda V PUI Kota Tasikmalaya
Pengurus, tamu undangan dan peserta Musda V PD PUI, PD Wanita PUI serta PD Shofia Cahaya Bangsa Kota Tasikmalaya difoto bersama, Minggu (18/1/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Saefullah menegaskan karakter PUI adalah pemersatu umat. Ia mengingatkan agar PUI tidak terjebak menjadi bagian dari konflik atau provokasi perpecahan.

“PUI harus hadir menyejukkan, merajut umat. Jangan malah jadi bagian yang memecah. Kekuatan umat yang bangkit itu justru yang paling ditakuti,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, dalam sambutannya menekankan pentingnya kekokohan integritas di tengah godaan jabatan dan kekuasaan.

Baca Juga:Gerakan Warga Sukanagara Kota Tasikmalaya Jaga Sungai Cihideung Jadi Percontohan, Mengapa? Wali Kota Tasikmalaya Tak Datang, Kabag Kesra yang Tidak Patuh!

Dengan gaya bertutur reflektif, ia berbagi pengalaman hidup yang menurutnya sarat ujian moral.

“Kita hari ini butuh kekokohan. Godaan itu luar biasa, baik di dunia seni maupun saat jadi pejabat. Kalau tidak kokoh, sangat mudah tergelincir,” tuturnya.

Diky mengisahkan keputusannya mundur dari berbagai profesi, termasuk dunia hiburan dan jabatan publik, demi menjaga prinsip dan keluarganya dari hal-hal yang tidak diridai.

“Saya takut mengotori istri dan anak dengan uang haram. Korupsi itu gampang, tapi tidak ada yang halal. Kalau dibilang bodoh karena pejabat miskin, ya saya terima,” katanya.

Ia berharap PUI dapat berperan besar dalam penguatan moral, pendidikan, dan kaderisasi umat, terutama menghadapi tantangan generasi Z dan Alpha.

“Umat hari ini tidak sedang baik-baik saja. PUI dan ormas lain sangat ditunggu kiprahnya, bukan hanya sibuk urusan internal, tapi hadir memberi solusi bagi persoalan umat,” pesannya.

Musda V PUI Kota Tasikmalaya pun diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran PUI sebagai mitra strategis pemerintah dan pemersatu umat di daerah. (rezza rizaldi)

0 Komentar