CIAMIS, RADARTASIK.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang dua desa di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga, serta menyebabkan atap rumah berterbangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di Desa Bendasari dan Desa Sadananya.
“Terdapat dua desa yaitu Desa Bendasari dan Desa Sadananya di Kecamatan Sadananya dengan total ada enam rumah mengalami kerusakan,” ujarnya kepada Radar, Minggu 18 Januari 2025.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Dari enam rumah terdampak, satu rumah mengalami rusak sedang dan lima rumah lainnya rusak ringan. “Ada 1 rumah rusak sedang dan 5 rumah rusak ringan,” katanya kepada wartawan.
Bencana tersebut berdampak pada tujuh kepala keluarga dengan total 22 jiwa. Namun, tidak seluruh warga terdampak harus mengungsi. “Hanya yang terdampak mengungsi ada 4 KK dengan 13 orang,” ujarnya.
Ani menjelaskan, kerusakan rumah umumnya disebabkan oleh pohon tumbang yang menimpa bangunan serta atap rumah yang terlepas akibat terpaan angin kencang.
“Dari enam rumah tersebut kebanyakan pohon tumbang ke atap rumah warga, sehingga mengakibatkan rusak. Pohon yang menimpa ke rumah, kini sedang ditangani secara gotong royong,” katanya.
Seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti longsor, banjir, dan pergerakan tanah.
“Kami mengimbau masyarakat memiliki pohon rimbun untuk bisa mengecek kondisinya, kalau bisa ada pemangkasan ranting besar yang berada dekat permukiman. Itu agar tidak membahayakan penghuni rumah saat cuaca buruk,” ujarnya. (riz)
