“Saya melihat kampus bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi sebagai pusat pengabdian. Apa yang saya pelajari di ruang demokrasi justru memperkaya cara saya memimpin di dunia akademik,” ujarnya.
“Perguruan tinggi Islam swasta punya peran penting dalam membentuk SDM yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya kepekaan sosial dan integritas moral,” sambungnya saat memberikan pidato usai dilantik pada Selasa (13/1/2026).
Di sisi lain, aktivitas organisasinya pun panjang dan beragam. Ia pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menjabat Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya serta Pengurus Badko HMI Jawa Barat sebagai Ketua Bidang Internal. Ia juga tercatat sebagai Ketua MASIKA ICMI, aktif di KAHMI, Sekretaris DPD KNPI Kota Tasikmalaya, hingga pengurus KNPI tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada masa khidmat 2024–2028, ia menjadi Anggota Dewan Ahli PC ISNU Kota Tasikmalaya, dan saat ini mengemban amanah sebagai Ketua ICMI Orda Kota Tasikmalaya periode 2024–2029.
Baca Juga:Persiapkan Lulusan ke Perguruan Tinggi, MAN 1 Kota Tasikmalaya Gelar Campus Expo 2026Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”
Minat intelektualnya meliputi pendidikan, filsafat, politik, keagamaan, dan sosial humaniora. Di luar itu, ia menyalurkan refleksi intelektualnya melalui fotografi. Bagi dirinya, fotografi bukan sekadar hobi, melainkan medium menangkap realitas sosial, lanskap kehidupan, dan momen-momen sunyi yang sarat makna—sebuah cara lain membaca dunia dengan kepekaan dan ketelitian.
Gagasan-gagasannya banyak dituangkan dalam tulisan. Karyanya terbit di berbagai media massa, jurnal ilmiah, serta sejumlah buku, di antaranya Peta Studi Keislaman di STAI Tasikmalaya dan Menegakkan Komitmen Tridharma Perguruan Tinggi (2012), Menggali Makna, Dari Apapun Kita Bisa Belajar (2020), Lampaui Dirimu, Karena Batas Adalah Ilusi (2021), Spirit Demokrasi (2022), Islam dan Dinamika Sosial (2024), hingga Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Tasikmalaya (2024). Seluruh jejak ini membentuk potret sosok akademisi-demokrat yang terus bergerak, belajar, dan mengabdi. (Ayu Sabrina B)
