TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Namanya sudah lama akrab di ruang publik Kota Tasikmalaya, terutama sebagai figur yang konsisten memperjuangkan demokrasi yang adil dan prosedural. Namun, perjalanan Ade Zaenul Mutaqin kini bermuara pada sebuah amanah baru: menjadi Rektor Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) untuk periode 2026–2031, sebuah langkah strategis yang mempertemukan dua dunia yang selalu ia geluti: akademik dan masyarakat.
Pendidikan tingginya dimulai dari jenjang Sarjana di STAI Tasikmalaya. Dari kampus inilah fondasi keilmuan dan keislamannya dibangun. Ia kemudian melanjutkan studi Magister di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan konsentrasi Studi Masyarakat Islam (Sosiologi).
Puncak perjalanan akademiknya diraih saat menyelesaikan program Doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Program Studi Pengembangan Kurikulum tahun 2015, sebuah disiplin strategis yang menempatkannya pada persimpangan antara teori pendidikan dan kebutuhan praktis dunia pembelajaran.
Baca Juga:Persiapkan Lulusan ke Perguruan Tinggi, MAN 1 Kota Tasikmalaya Gelar Campus Expo 2026Menginap Lebih Lama dengan Harga Diskon, Alhambra Hotel & Convention Luncurkan “JaNewary Extend & Save”
Di luar dunia akademik, kiprahnya dalam penyelenggaraan demokrasi tercatat kuat. Ia dipercaya menjadi Komisioner KPU Kota Tasikmalaya sejak tahun 2013. Peran ini menuntut keteguhan etik, ketelitian administratif, dan keberanian mengambil keputusan. Kepercayaan publik itu berlanjut ketika ia didapuk sebagai Ketua KPU Kota Tasikmalaya pada periode 2018 hingga 2023.
Namun kampus tetap menjadi rumah intelektualnya. Sejak 2011, ia mengabdi sebagai dosen di STAI Tasikmalaya yang kini bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT). Di institusi ini, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pengalaman akademiknya juga meluas sebagai dosen tamu di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, memperkaya dialog lintas disiplin antara pendidikan agama, kesehatan, dan sosial.
Selepas menuntaskan amanah sebagai Ketua KPU, ia kembali sepenuhnya ke dunia akademik. Di IAIT, ia dipercaya menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik periode 2023–2025. Tanggung jawab ini menempatkannya pada posisi strategis dalam pengembangan mutu pembelajaran, riset, dan tata kelola akademik. Puncaknya, pada periode 2026–2031, ia diamanahi sebagai Rektor IAI Tasikmalaya, sebuah mandat besar untuk membawa institusi melangkah lebih maju di tengah tantangan pendidikan tinggi yang kian kompleks.
