PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Sebuah foto beredar di media sosial Facebook, menunjukan seorang pria tergeletak di pinggir jalan yang diduga sedang dalam keadaan mabuk, berlokasi di kecamatan Langkaplancar.
Sebagian warganet menyebutkan bahwa pria yang memakai baju kaos lengan panjang berwarna itu, adalah oknum polisi yang belum diketahui identitasnya.
Salah seorang tokoh agama di Langkaplancar, Ustadz Iwan mengatakan bahwa dirinya menerima informasi tersebut pada hari Rabu (14/1/2025) malam. Ada yang mengirimkan sebuah unggahan facebook yang menunjukan foto pria tergeletak di pinggir jalan, di samping sebuah sepeda motor.
Baca Juga:20 Adegan Kasus Tusuk Dada di Eks Depo Ikan Cieunteung Kota Tasikmalaya Diperagakan pada RekonstruksiRektor Baru yang Membumi!
“Besoknya ada dari Ansor dan Banser ke rumah saya, ngariung dan setelah ditelusuri itu memang oknum (kepolisian) dan jumlahnya satu orang,” katanya kepada Radar lewat sambungan telepon Jumat (16/1/2025).
Kemudian beberapa pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, MUI, Stakeholder, Ansor dan Banser mendapat undangan dari Polsek Langkaplancar pada Kamis (15/1/2025), untuk berdiskusi masalah tersebut.
Awalnya yang diundang hanya 11 orang, namun yang datang berjumlah ratusan, termasuk masyarakat biasa. “Karena foto unggahan di medsos itu terlanjur viral,” katanya
Kata dia, semua merasa kecewa dan terpukul atas dugaan peristiwa tersebut.”Karena polisikan penegak hukum dan pengayom masyarakat, kemudian kita datang ke mapolsek bukan mau menjustifikasi, tapi bentuk kecintaan kami kepada polri,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa institusi Polri harus dijaga kehormatannya, tapi di sisi lain, hal seperti ini juga harus diluruskan karena sudah keterlaluan.
“Saya sudah lama mendengar desas-desus. Mungkin ini klimaksnya. Tadinya saya biasa saja, tapi sudah beberapa tahun banyak yang ngomong soal oknum polisi yang mabuk dan ngajak barudak (pemuda),” jelasnya.
Kapolsek Langkaplancar AKP Asep Dadi M dalam keteranganya menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka ruang dialog dengan seluruh tokoh masyarakat yang hadir pada Kamis (15/1/2026).
Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak
Dialog itu bertujuan untuk menampung saran, masukan, serta kritik terhadap kinerja Polsek Langkaplancar beserta anggotanya. Ia mengatakan, berbagai masukan disampaikan, termasuk terkait peristiwa yang sempat viral di media sosial mengenai dugaan oknum polisi mabuk tersebut.
“Semua masukan akan dijadikan bahan evaluasi agar ke depannya profesionalisme dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.(Deni Nurdiansyah)
