PENCEMARAN! Limbah Hotel Dibuang ke Pantai Barat Pangandaran

Limbah hotel restoran pantai pangandaran
Aliran limbah hotel dan pemukiman mengalir ke Pantai Barat Pangandaran, Jumat (16/1/2026). Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Limbah yang diduga dari hotel dan permukiman, masih mengalir ke Pantai Barat Pangandaran, menimbulkan bau tak sedap. Bau menyengat dan airnya yang berwarna hijau kehitaman pekat menandai kotornya titik pantai tersebut. Akibatnya, wisatawan menjadi tidak nyaman untuk berenang.

Salah seorang wisatawan Garut Nurjanah (46), mengaku sejak 5 tahun terakhir ke Pantai Pangandaran, selalu menemukan saluran tersebut dan tak kunjung diperbaiki. “Terakhir ke sini sebelum pandemi, saluran limbah ini masih ada sampai sekarang,” katanya.

Ia mengatakan, jika pembuangan itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berbahaya bagi kondisi air laut. “Khawatir saja menyebabkan gatal-gatal, karena itu airnya kotor,” ujarnya.

Baca Juga:20 Adegan Kasus Tusuk Dada di Eks Depo Ikan Cieunteung Kota Tasikmalaya Diperagakan pada RekonstruksiRektor Baru yang Membumi!

Dia menyebutkan, wisatawan yang sudah membayar mahal untuk masuk Pantai Pangandaran seharusnya mendapatkan kondisi yang sesuai dengan harapan. “Kalau saya memang mau menikmati pantai saja, nongkrong. Tapi mereka anak-anak inginnya berenang,” terangnya.

Sementara itu, penjaga warung di tempat itu mengaku terganggu oleh bau yang bersumber dari saluran limbah tersebut. “Kadang suka bau, terutama jika hujan deras. Airnya mengalir langsung ke laut,” kata Bunga (nama samaran), pedagang di dekat saluran IPAL itu.

Menurutnya, kadang-kadang wisatawan yang melewati saluran itu mengipas hidung dan merasa tak nyaman. “Saya lihat, kalau ada wisatawan lewat, mereka langsung mengerutkan dahi sembari menunjukkan wajah tak nyaman,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran Irwansyah mengatakan ada setidaknya empat titik saluran limbah di Pantai Pangandaran, di antaranya depan pondok seni, depan Hotel Krisna, depan Hotel Bumi Nusantara, dan depan Hotel Laut Biru. “Memang saluran itu berasal dari hotel dan restoran,” ucapnya.

Ia mengatakan sejumlah hotel ada yang sudah mempunyai IPAL, namun belum semuanya.

“Belum semua hotel yang ada di Pantai Pangandaran ada Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Kemarin baru selesai fokus ke Nataru. Dalam waktu dekat, kami akan kembali melakukan pendataan. Nanti kita tinjau mana yang sudah ada dan belum sama sekali,” jelasnya.

Pemerintah sudah memberikan peringatan kepada para pemilik hotel sejak zaman Bupati Pangandaran periode sebelumnya.

0 Komentar