Media Italia Ungkap Dua Alasan Rasmus Hojlund Tolak Pinangan AC Milan

Manchester United vs Luton Town
Pemain Manchester United Rasmus Hojlund. (Manchester United / Twitter)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Keputusan Rasmus Hojlund memilih Napoli dibanding AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu ternyata bukan sekadar kebetulan.

Media Italia Calciomercato mengungkap alasan mengapa bomber asal Denmark itu lebih tertarik menuju Naples ketimbang mengenakan seragam Rossoneri.

Musim ini, Hojlund menjalani periode impresif sejak kembali merumput di Serie A.

Baca Juga:Fabrizio Romano: Juventus Gelar Pertemuan Rahasia dengan Agen MatetaMedia Italia Tak Yakin Inter Bisa Bawa Pulang Ivan Perisic

Penyerang berusia 21 tahun tersebut telah mencatat 9 gol dan 3 assist dari 24 penampilan di seluruh kompetisi bersama Napoli.

Pada paruh pertama musim ini, ia rata-rata memberikan satu kontribusi gol setiap dua laga.

Dampaknya terasa nyata dalam racikan Antonio Conte, baik sebagai target man maupun pemecah kebuntuan dalam laga-laga ketat.

Kinerjanya musim ini membuat banyak pihak menyoroti keputusan karier sang striker, terutama karena AC Milan disebut sempat menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan jasanya.

Menurut laporan Calciomercato, Milan telah memantau situasi Hojlund sejak ia mulai kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di Manchester United.

Matteo Moretto, dalam program YouTube Fabrizio Romano, menjelaskan detail tawaran Milan. Rossoneri dikabarkan mengajukan proposal peminjaman senilai €3,5 juta (sekitar Rp59,5 miliar/kurs €1 = Rp17.000), disertai opsi pembelian permanen sebesar €35 juta (setara Rp595 miliar) pada akhir musim.

Secara nominal, penawaran itu cukup menjanjikan mengingat Manchester United membuka opsi peminjaman karena kedatangan penyerang lain.

Baca Juga:Longo: Adrien Rabiot Ajarkan Pemain Muda AC Milan Menderita untuk MenangFabregas Bingung Como Dikalahkan AC Milan: “Saya Tak Bisa Menjelaskannya”

Namun, transfer tersebut gagal terwujud karena dua faktor krusial yang langsung datang dari sang pemain.

Pertama, Hojlund menginginkan klub yang bermain di kompetisi Eropa utama, khususnya Liga Champions.

Pada musim yang sama, AC Milan gagal mengamankan tiket ke kompetisi elit tersebut, sebuah kekurangan yang dianggap striker muda itu dapat menghambat perkembangan kariernya.

Kedua, struktur tawaran Milan menjadi penghalang lain.

Hojlund tidak tertarik pada skema pinjaman dengan opsi beli karena membuka celah bagi ia dikembalikan ke Manchester United jika kesepakatan permanen tidak diaktifkan.

Sang striker ingin kepastian penuh: klub yang bersedia mengontraknya secara definitif sejak awal, bukan bergantung pada evaluasi di akhir musim.

Disisi lain, Napoli hadir dengan paket yang lebih sesuai.

0 Komentar