TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ikatan Alumni SMP Negeri 4 Tasikmalaya (IKA Nepatas) memilih menahan laju program besar dan memulai dari dalam.
Konsolidasi internal ditetapkan sebagai agenda awal kepengurusan periode 2025–2028 sebelum organisasi bergerak lebih jauh ke ruang sosial yang lebih luas.
Langkah tersebut disepakati dalam rapat kerja yang digelar di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Jajaki Hibah Bus dan Aset DKI, Diky Candra: Tinggal Surat ResmiBulan Rajab, Kadisdik Rojab!
Ketua IKA Nepatas Beng Haryono menegaskan, penguatan struktur dan koordinasi menjadi fondasi agar program tidak berjalan sporadis dan kehilangan arah.
“Organisasi harus rapi dulu. Kalau internalnya kuat, bidang-bidang lain baru bisa jalan efektif,” kata Beng.
Setelah konsolidasi, IKA Nepatas akan bergerak melalui sejumlah bidang yang telah dibentuk, mulai dari seni, budaya, dan pariwisata (Sibudpar), pendidikan, olahraga dan kesehatan (Pokes), hingga ekonomi.
Namun, seluruh bidang itu diarahkan pada satu benang merah yang sama: empat pilar utama.
Empat pilar tersebut meliputi sekolah, guru, siswa, dan alumni.
Menurut Beng, penetapan pilar ini menjadi pagar agar gerak organisasi tidak melebar ke mana-mana tanpa dampak nyata.
Pada pilar siswa, alumni didorong hadir lebih konkret melalui program sosial pendidikan.
Salah satunya membuka peluang bantuan beasiswa bagi siswa SMP Negeri 4 Tasikmalaya yang masih aktif belajar.
Baca Juga:Parkir Tanpa Karcis Bocorkan PAD, Mahasiswa Soroti Lemahnya Pengawasan Dishub Kota TasikmalayaAntisipasi Luapan, Saluran Tersumbat di Kota Tasikmalaya Gencar Dibongkar Biar Air Mengalir
“Ini bentuk kepedulian alumni, agar tidak hanya bernostalgia, tapi benar-benar hadir membantu,” terangnya.
Perhatian juga diarahkan pada pilar guru, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
Beng menilai, guru memiliki pengalaman dan kapasitas besar yang kerap terpinggirkan setelah masa tugas berakhir.
“Guru jangan hanya dikenang jasanya, tapi juga dilibatkan. Banyak pengalaman yang bisa dibagi untuk pengembangan pendidikan,” tambahnya.
Sementara pada pilar alumni, tantangan terbesar adalah keberagaman latar belakang dan profesi.
IKA Nepatas ingin hadir sebagai ruang advokasi sekaligus pemberdayaan melalui penguatan jejaring, termasuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Alumni itu spektrumnya luas. Tugas organisasi adalah menjembatani potensi itu agar saling menguatkan,” ucap Beng.
Ia berharap kepengurusan baru ini mampu menjaga kekompakan dan membangun sinergi dengan sekolah serta Pemerintah Kota Tasikmalaya.
